SERANG, LINIMASSA.ID– Sebanyak 63 dapur Program MBG di Banten saat ini tidak beroperasi sementara atau berstatus suspend sebagai bagian dari proses evaluasi yang dilakukan pemerintah.
Asisten Daerah I Provinsi Banten yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas MBG Banten, Komarudin, mengatakan bahwa hasil evaluasi dan pemetaan ulang tidak hanya berdampak pada jumlah penerima manfaat program, tetapi juga terhadap keberlangsungan operasional dapur MBG yang telah berjalan.
Menurutnya, dapur MBG di Banten yang saat ini masih aktif pun berpotensi dihentikan secara permanen apabila hasil kajian menunjukkan keberadaannya sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah setempat.
“Dapur yang telah beroperasi tetap akan dievaluasi. Jika berdasarkan pemetaan terbaru keberadaannya tidak lagi diperlukan atau tidak sesuai kebutuhan, maka kemungkinan penutupan permanen bisa dilakukan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Komarudin menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan penataan dan pemetaan kembali lokasi dapur MBG di Banten agar distribusi layanan lebih merata dan tepat sasaran.
Dapur MBG di Banten
Langkah tersebut dilakukan karena selama ini masih ditemukan ketidakseimbangan penyebaran fasilitas dapur MBG di Banten di sejumlah daerah.
Beberapa wilayah memiliki jumlah dapur yang berlebihan, sedangkan daerah lain yang membutuhkan justru belum memiliki fasilitas pendukung program tersebut.
“Masih terdapat konsentrasi dapur yang terlalu banyak di wilayah tertentu, sementara ada daerah yang belum terlayani. Karena itu diperlukan penataan ulang agar distribusinya lebih proporsional,” kata Komarudin.
Melalui evaluasi MBG di Banten tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di setiap wilayah.


