PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Polemik mengenai pengelolaan konservasi dan jalur pendakian Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang yang sebelumnya sempat memicu perdebatan akhirnya mencapai kesepakatan bersama.
Setelah melalui musyawarah yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, warga kini menyatakan dukungan terhadap Basecamp PT Villa Emas Gunung Pulosari dalam pengelolaan jalur pendakian berbasis konservasi alam.
Kesepakatan pengelolaan konservasi Gunung Pulosari tersebut dihasilkan dalam rapat musyawarah di Balai Desa Cilentung yang dihadiri unsur Muspika Kecamatan Pulosari, kepala desa, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, kelompok tani hutan, hingga para ketua RT dan RW.
Proses musyawarah berlangsung cukup dinamis dan sempat diwarnai perdebatan. Namun pada akhirnya seluruh peserta sepakat mendukung sistem pengelolaan konservasi yang dianggap mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Camat Pulosari, Juhanas Waluyo, mengatakan program konservasi Gunung Pulosari yang dijalankan PT Villa Emas Gunung Pulosari juga memperoleh dukungan dari instansi terkait bidang lingkungan hidup.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten hingga pihak balai dari pemerintah pusat mendukung langkah konservasi tersebut.
Ia menegaskan, tujuan utama pengelolaan konservasi bukan hanya menjaga alam tetap lestari, tetapi juga melindungi kawasan hutan serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Cilentung dan wilayah sekitarnya.
“Dengan pengelolaan yang baik, kawasan Gunung Pulosari bisa tetap terjaga tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat lokal,” ujarnya.
Dukungan Konservasi Gunung Pulosari
Kepala Desa Cilentung, Karna, menambahkan bahwa seluruh unsur masyarakat yang hadir dalam musyawarah telah menyepakati dukungan terhadap keberadaan konservasi di kawasan Gunung Pulosari.
Menurutnya, konservasi yang dikelola PT Villa Emas Gunung Pulosari dinilai memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.
Sementara itu, Owner PT Villa Emas Gunung Pulosari, H. Jumroni, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan yang diterapkan lebih berfokus pada pelestarian alam dan keamanan para pendaki.
Ia menyebut setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan konservasi diwajibkan ikut menanam pohon serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin Gunung Pulosari tetap hijau, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, jalur pendakian dibuka mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan pengawasan ketat di tiga pos penjagaan.
Pihak pengelola juga melarang pendaki membawa senjata tajam maupun minuman keras demi menjaga keamanan dan kelestarian kawasan Gunung Pulosari.



