SERANG, LINIMASSA.ID – Provinsi Banten mencatat perkembangan pesat di sektor pertanian. Pada tahun 2025, produksi beras di Banten mencapai sekitar 1,8 juta ton, sehingga menempatkan Banten sebagai produsen beras terbesar kedelapan di Indonesia.
Capaian tersebut disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa beras di Banten memiliki ketahanan pangan yang cukup kuat, tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan yang stabil dalam enam tahun terakhir.
“Pada 2025, luas panen padi di Banten tercatat mencapai 345.421 hektare dengan total produksi sekitar 1,8 juta ton,” ujarnya.
Andra menjelaskan, sektor pertanian atau beras di Banten juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan mencatat pertumbuhan sebesar 9,60 persen, tertinggi dibanding sektor lainnya.
“Hal ini menegaskan bahwa pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi daerah,” katanya.
Produksi Beras di Banten Aman
Ia menyampaikan optimisme bahwa dengan dukungan dari pemerintah pusat, produktivitas pertanian atau beras di Banten akan terus meningkat dan mampu menjaga ketersediaan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan.
Ke depan, peningkatan produksi beras akan difokuskan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memiliki sekitar 3,5 juta penerima manfaat di Banten.
“Sebagian besar kebutuhan program MBG bersumber dari sektor pertanian. Ini menjadi peluang besar bagi para petani,” ujarnya.
Andra berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan Banten secara berkelanjutan.



