SERANG, LINIMASSA.ID – Agrinas Pangan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat berencana mendirikan sebanyak 100 gerai Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabupaten Serang.
Dari total rencana tersebut, pembangunan 28 gerai telah dimulai sejak penghujung tahun lalu. Bahkan, sebagian di antaranya sudah mendekati tahap penyelesaian.
Kepala Bidang Koperasi pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Mokhamad Rifki, menjelaskan bahwa dari 326 desa yang ada, sekitar 100 desa dinilai telah memenuhi kriteria untuk pembangunan gedung Kopdes Merah Putih.
“Target saat ini sebanyak 100 KDMP akan dibangunkan gedung. Dari 28 yang sudah mulai dibangun, delapan di antaranya hampir selesai,” ujarnya pada Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Rifki, masih terdapat sekitar 226 desa lainnya yang akan masuk dalam skema pembangunan berbeda sesuai hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri.
Desa-desa yang belum memiliki lahan akan dimasukkan ke dalam klaster ketiga.
Ia menerangkan, klaster pertama mencakup desa yang memiliki aset berupa tanah milik desa atau pemerintah daerah. Klaster kedua memanfaatkan aset BUMN atau BUMD di wilayah setempat.
Sementara desa yang belum memiliki aset sama sekali masih menunggu kejelasan regulasi lebih lanjut.
Pembangunan Kopdes Merah Putih
Rifki mengungkapkan, sejumlah aset milik pemerintah daerah telah diusulkan sebagai lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih.
Bahkan, pengurus koperasi telah mengajukan permohonan pemanfaatan lahan, baik melalui dinas terkait maupun langsung kepada bupati.
“Untuk aset kementerian, permohonannya diajukan langsung ke kementerian terkait. Jika milik BUMN, diajukan ke BUMN. Misalnya di wilayah Anyer yang masuk kawasan Kodim Cilegon, sudah ada pengajuan ke PT Patra Jasa Hotel, dan insyaallah disetujui, termasuk dari Krakatau Steel dan Telkom,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan 28 gerai Kopdes Merah Putih yang sedang berjalan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.
Saat ini, lanjut Rifki, sudah ada 55 KDMP di Kabupaten Serang yang menjalankan aktivitas operasional. Namun, sebagian besar masih memanfaatkan tempat milik pengurus atau pengawas koperasi.
“Jika gedung dari program pusat sudah selesai, maka seluruh perlengkapan dan administrasi tinggal dipindahkan ke lokasi baru,” katanya.
Ia menilai, belum optimalnya operasional sejumlah Kopdes disebabkan keterbatasan sarana tempat. Dengan dibangunnya gerai-gerai tersebut, diharapkan seluruh Kopdes Merah Putih dapat beroperasi secara maksimal.
“Keberadaan 55 Kopdes Merah Putih yang aktif ini mendorong pemerintah untuk mengimbau agar setiap desa memiliki gerai koperasi,” tambahnya.
Rifki juga memaparkan bahwa luas lahan yang disiapkan untuk satu gedung KDMP sekitar 1.000 meter persegi, dengan bangunan berukuran 20 x 30 meter dan area parkir seluas kurang lebih 400 meter persegi. Pendanaan pembangunan bersumber dari dana desa.
“Skemanya, PT Agrinas memperoleh pembiayaan melalui Bank Himbara, lalu pembayaran dilakukan oleh Himbara menggunakan dana desa,” tutupnya.



