linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Produksi Padi di Pandeglang Capai Hampir 1 Juta Ton
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Produksi Padi di Pandeglang Capai Hampir 1 Juta Ton
News

Produksi Padi di Pandeglang Capai Hampir 1 Juta Ton

Andra 7 November 2025
Share
waktu baca 3 menit
Padi di Pandeglang
Produksi Padi di Pandeglang hampir 1 ton
SHARE

PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Kabupaten Pandeglang mencatat lonjakan produksi padi di Pandeglang yang cukup signifikan.

Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, total produksi mencapai 997.607 ton, terdiri dari 938.394 ton padi sawah dan 59.213 ton padi gogo.

Pelaksana Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang, Eti Purnamawati, menjelaskan bahwa capaian produksi padi di Pandeglang tersebut turut mengangkat posisi Provinsi Banten dalam peta produksi padi nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Banten kini naik dari peringkat 9 ke posisi 8, dengan Pandeglang menjadi salah satu kontributor utama.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, hasil tahun ini jelas meningkat. Salah satu penyebabnya adalah tambahan produksi dari padi gogo dan kondisi cuaca yang cukup mendukung selama musim tanam,” ujar Eti, Jumat, 7 November 2025.

Data DPKP menunjukkan produktivitas padi di Pandeglang mencapai 6,25 ton per hektare, sedangkan padi gogo sebesar 4,48 ton per hektare. Adapun total luas lahan baku sawah di daerah tersebut mencapai 52.373 hektare.

Eti menambahkan, faktor cuaca yang relatif stabil menjadi kunci keberhasilan peningkatan hasil panen tahun ini. Turunnya hujan sejak Oktober memungkinkan petani mempercepat proses pengolahan tanah dan penanaman kembali.

“Begitu curah hujan mulai teratur, petani langsung menyiapkan lahan. Biasanya hanya dua kali tanam (IP2), sekarang sudah bisa tiga kali (IP3), bahkan ada yang berani mencoba empat kali (IP4),” terangnya.

Wilayah Produksi Padi di Pandeglang

Beberapa wilayah yang menjadi sentra produksi padi di Pandeglang antara lain Cikeusik, Sobang, Panimbang, dan Menes.

“Daerah-daerah itu memiliki lahan sawah yang cukup luas sehingga memberikan kontribusi besar terhadap total produksi kabupaten,” imbuhnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meski produktivitas terus meningkat, Eti mengakui masih ada kendala di lapangan, seperti serangan hama tikus dan wereng batang cokelat (WBC) yang berpotensi menurunkan hasil panen.

Untuk mengantisipasi hal itu, DPKP bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) rutin melakukan pemantauan serta pengendalian hama terpadu.

Selain permasalahan hama, penyerapan pupuk bersubsidi juga belum maksimal.

“Masih ada petani yang belum mampu memenuhi kebutuhan pupuknya, sehingga penyerapan pupuk di lapangan belum optimal,” jelas Eti.

Sebagai upaya menjaga kestabilan produksi, pemerintah menyalurkan bantuan benih padi bersertifikat kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan. Benih tersebut sudah melalui uji sertifikasi dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas panen.

“Bantuan benih bersertifikat ini rutin kami distribusikan. Biasanya disalurkan ke wilayah sentra produksi dan kadang dilengkapi dengan paket pupuk,” ujar Eti.

Ia juga mendorong petani untuk mengadopsi teknologi indeks pertanaman IP400, yaitu pola tanam empat kali dalam setahun, guna memaksimalkan efisiensi waktu dan hasil panen.

“Program IP400 ini menjadi langkah inovatif untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Pandeglang,” tambahnya.

Dengan hasil positif hingga Oktober, Eti optimistis target produksi padi di Pandeglang hingga akhir tahun dapat tercapai.

“Kami terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan POPT untuk mengantisipasi perubahan cuaca menjelang musim hujan, agar produksi tetap stabil sampai akhir 2025,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

THR ASN Kota Serang
THR ASN Kota Serang Siap Cair, Pemkot Siapkan Anggaran Rp45 Miliar
News
Polres Tangsel
Cerita Ibu Hamil di Ciputat: Diduga Korban KDRT, Kini Jadi Tersangka di Polres Tangsel
News
Kejari Serang
Kejari Serang Geledah Kantor Pertanahan Kota Serang, Ratusan Juta Rupiah Turut Diamankan
News
harga emas
Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Ini Faktor Pemicu Koreksinya
News
THR
Tak Dianggarkan di APBD, THR PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Ditanggung OPD
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?