linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Polemik SMAN 1 Cimarga, Ini Kata Akademisi Untirta
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Polemik SMAN 1 Cimarga, Ini Kata Akademisi Untirta
Pendidikan

Polemik SMAN 1 Cimarga, Ini Kata Akademisi Untirta

Andra
15 Oktober 2025
Share
waktu baca 2 menit
SMAN 1 Cimarga
Akademisi Untirta tanggapi polemik di SMAN 1 Cimarga
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Terkait polemik di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ahmad Sururi, turut memberikan pandangannya.

Meskipun persoalan antara pihak sekolah dan siswa yang terlibat telah diselesaikan secara kekeluargaan, Sururi menilai insiden ini membuka tabir persoalan yang lebih dalam: menurunnya penghormatan terhadap profesi guru, terutama dari kalangan siswa.

Menurut Sururi, melihat apa yang terjadi di SMAN 1 Cimarga, guru tidak sekadar pengajar, namun juga sosok pendidik yang memikul tanggung jawab moral dan kelembagaan dalam membentuk karakter peserta didik.

Sebaliknya, siswa pun memiliki kewajiban untuk menghormati gurunya, termasuk menaati tata tertib sekolah seperti larangan merokok di lingkungan pendidikan. “Menjadi memprihatinkan ketika guru merasa tidak aman dan tidak dihargai. Ini berpotensi melemahkan upaya membangun karakter siswa di sekolah,” ujar Sururi, Rabu 15 Oktober 2025.

Ia juga menilai bahwa kasus di SMAN 1 Cimarga ini mencerminkan adanya kelemahan struktural dalam pengelolaan pendidikan di daerah.

Kenakalan remaja yang terjadi secara terbuka di ruang publik, menurutnya, menunjukkan perlunya evaluasi sistemik terhadap ekosistem pendidikan di Banten.

Tolak Kekerasan di SMAN 1 Cimarga

Kendati demikian, Sururi menolak pembenaran terhadap segala bentuk kekerasan fisik dalam proses pembinaan siswa. Ia mendorong agar kasus SMAN 1 Cimarga dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh pada kebijakan pendidikan.

Hal ini menurutnya, guna menciptakan keseimbangan antara perlindungan terhadap siswa dan penghormatan terhadap guru.

“Guru harus diberi ruang dan dukungan untuk menanamkan nilai disiplin tanpa merasa terancam atau takut dilaporkan secara hukum,” tegasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sururi juga menekankan pentingnya peran pemangku kebijakan pendidikan di Banten untuk memberikan perlindungan hukum serta dukungan kelembagaan kepada para guru dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik.

“Proses pembentukan karakter siswa baik di SMAN 1 Cimarga atau di sekolah manapun tidak akan berjalan maksimal jika guru selalu dalam posisi tertekan atau rentan terhadap kriminalisasi. Karena itu, diperlukan keseimbangan antara otoritas pendidikan, perlindungan lembaga, dan budaya masyarakat yang menjunjung tinggi martabat guru,” tutupnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

perompakan kapal di Banten
Polisi Bongkar Perompakan Kapal di Banten, Kerugian Perusahaan Capai Rp200 Juta
News
Kepala Sekolah
Lebih dari 120 Kepala Sekolah di Banten Bakal Dimutasi , Ditargetkan Selesai Akhir Oktober
News
Gaji ASN
Pengalihan Gaji ASN ke Kopdes Dinilai Berpotensi Rugikan Bank Banten
News
KMP Batumandi
Tiga Korban Kebakaran KMP Batumandi Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit
News
KMP Batumandi
KMP Batumandi Terbalik Usai Terbakar di Perairan Merak
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan