CILEGON, LINIMASSA – Mantan Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi tutup usia, berpulang ke rahmatullah pada Senin, 8 September 2025, sekitar pukul 04.35 WIB di RS Siloam Lippo.
Almarhum wafat di usia 69 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat gangguan fungsi hati.
Kabar duka Edi Ariadi tutup usia ini dibenarkan kerabat dekat almarhum. “Gangguan fungsi hati, sedang dirawat posisinya,” ungkap salah satu kerabat, Senin (8/9).
Edi Ariadi diketahui lahir di Serang pada 8 Juni 1956. Semasa hidup, ia dikenal sebagai birokrat yang tenang dan sederhana. Ia meninggalkan seorang istri, Lili Muflihah, dua anak, serta empat cucu.
Kabar Edi Ariadi tutup usiai menyebar cepat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cilegon. Sejumlah pejabat menyampaikan belasungkawa melalui unggahan media sosial.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Heri, menuliskan doa singkat untuk almarhum.
“Selamat jalan pa, semoga husnul khotimah,” tulisnya.
Edi Ariadi Tutup Usia, Ini Kata Kerabat
Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti, mengenang Edi Ariadi tutup usia sebagai sosok pemimpin yang humanis dan dekat dengan bawahannya.
“Kalau ngobrol dengan beliau seperti dengan bapak sendiri. Beliau pemimpin yang apa adanya namun tegas. Secara pribadi, beliau berjasa karena sudah mengangkat saya jadi Kabag,” kenangnya.
Perjalanan karier Edi Ariadi tutup usia sebagai birokrat dan politisi dimulai pada 1981 sebagai tenaga honorer di Pemerintah Kabupaten Serang.
Setelah Cilegon menjadi daerah otonom, ia menempati sejumlah posisi penting. Pada 1999, ia dipercaya menjabat Kepala Bappeda Kota Cilegon.
Selanjutnya, pada 2005 hingga 2010, ia mengisi jabatan Sekretaris Daerah pada masa kepemimpinan Wali Kota Tb Aat Syafaat.
Edi Ariadi kemudian ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon pada 2017. Dua tahun berselang, ia resmi dilantik sebagai Wali Kota Cilegon pada 2019 menggantikan Tb Iman Ariyadi yang tersandung kasus hukum. Masa jabatannya berakhir pada 2021, hingga akhirnya Edi Ariadi tutup usia.



