LINIMASSA.ID – Penyanyi sekaligus mantan anggota DPR, Krisdayanti, kembali menjadi sorotan karena selama menjabat, ia hanya memiliki ijazah SMA. Banyak netizen mempertanyakan bagaimana seseorang dengan ijazah SMA bisa menempati kursi legislatif.
Krisdayanti menegaskan bahwa konstitusi memberi hak yang sama bagi setiap warga negara untuk memilih dan dipilih. Ia menekankan bahwa kemampuan untuk memberikan kontribusi lebih penting dibanding latar belakang pendidikan.
Meski begitu, sebagian masyarakat masih meragukan kredibilitas Krisdayanti dengan ijazah SMA. Netizen pun banyak yang bertanya, mulai dari “Yang milih dia siapa?” hingga “Kok bisa DPR hanya dengan ijazah SMA?” Kritik publik pun terus muncul.
Selama pengalaman 5 tahun menjabat di DPR, Krisdayanti mengaku tidak menghadapi hambatan yang signifikan meski latar belakangnya hanya ijazah SMA. Ia menilai masa baktinya justru menjadi kesempatan berharga untuk menimba ilmu dan mengasah kemampuan.
“Pengalaman 5 tahun di DPR itu tidak sia-sia, tidak tumpul, karena memang kita harus terus mengasah kemampuan,” ujar Krisdayanti, sambil menyadari banyak yang masih mempertanyakan ijazah SMA sebagai modalnya.
Pandangan Krisdayanti dan Kritik Publik

Krisdayanti menegaskan dedikasi dan kontribusi nyata lebih penting dibanding pendidikan formal, meski kritik publik tetap ada. Ia menilai bahwa masa baktinya selama pengalaman 5 tahun memberinya banyak pelajaran berharga, walau latar belakang ijazah SMA tetap menjadi sorotan.
Namun, kritik publik tidak berhenti, karena posisi legislatif dianggap membutuhkan wawasan dan kemampuan yang lebih luas. Banyak netizen mempertanyakan kapasitas seorang wakil rakyat dengan ijazah SMA, sehingga kasus Krisdayanti kembali menimbulkan perdebatan seputar persyaratan calon legislatif di Indonesia.
Kritikan ini bukan tanpa alasan, tak akan ada asap jika tak ada api, begitulah pepatah lama tentang banyaknya kritikan netizen kepada para wakil rakyat di kursi DPR.
Pasalnya, video viral anggota DPR yang gajinya naik 3 juta per hari beberapa waktu lalu menuai kontroversi di masyarakat Indonesia.
Hal ini seolah melukai hati dan perasaan masyarakat Indonesia di tengah Krisis ekonomi dan kenaikan pajak di berbagai sektor usaha.
Krisdayanti menjadi salah satu sasaran netizen dengan mengangkat isu ijazah SMA yang kini menikmati kemewahan di legislatif.



