linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Tempe di Tangsel Come Back, Ukuran Diperkecil Tapi Harganya Lebih Mahal
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Tempe di Tangsel Come Back, Ukuran Diperkecil Tapi Harganya Lebih Mahal
News

Tempe di Tangsel Come Back, Ukuran Diperkecil Tapi Harganya Lebih Mahal

LinimassaNews 25 Februari 2022
Share
waktu baca 1 menit
shutterstock 1902387307 1
Ilustrasi/shutterstock
SHARE

linimassa.id – Setelah menghilang beberapa hari, tempe kini sudah nongol lagi di pasaran. Harganya, kini jadi lebih mahal Rp1.000 dibandingkan dengan sebelumnya.

Naiknya harga tempe itu setelah para perajin tempe selesai melakukan mogok kerja selama beberapa hari. Pemicu utamanya, lantaran harga kedelai yang semakin mahal.

Tawasul, salah satu pengolah tempe di Kampung Tempe Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan mengatakan, sejak Kamis (24/2/2022) pihaknya mulai kembali produksi tempe.

“Ada 14 pengolah tempe di kampung sini dan kami sudah mulai produksi lagi,” katanya dikutip Jumat (25/2/2022).

Tawasul cs kini terpaksa menjual tempe dengan harga lebih mahal. Hal itu kompak dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat mahalnya kedelai. Tak hanya lebih mahal, ukuran tempe nya juga diperkecil.

“Ukuran tempe kita kecilin, harganya kita naikin, yang tadinya Rp4 ribu jadi Rp5 ribu, kalau semula Rp5 ribu ya jadi Rp6 ribu per papan. Menyesuaikan harga kedelai,” ungkapnya.

Sambil gigit jari, Tawasul cs hanya berharap harga kedelai kembali normal seperti semula sehingga mereka tak alami kerugian terlalu parah.

Terlebih, harga kedelai yang justru naik di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

“Selain coba ditekan. Ya coba distabilkan agar tidak naik lagi, kalau naik lagi ya amsyong kita,” pungkasnya. (red)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?