linimassa.id – Kerupuk udang memiliki rasa yang digemari banyak orang. Tak heran jika kerupuk ini sangat popular.
Ini adalah kerupuk yang terbuat dari adonan tepung tapioka dan udang yang ditumbuk halus yang diberi bumbu rempah dan penambah rasa.
Bahan utama yang digunakan untuk membuat kerupuk ini adalah udang. Udang yang digunakan biasanya udang segar atau udang kering dengan kualitas baik.
Udang dihancurkan sampai halus dan dicampurkan dengan adonan tepung tapioka dan bumbu-bumbu lain. Kemudian dikukus dan diiris tipis-tipis, setelah itu dijemur hingga kering. Pengeringan dengan terik matahari biasanya sekitar 2-3 hari.
Kerupuk mentah yang kering ini siap digoreng kapan saja agar bisa menjadi kerupuk yang siap dihidangkan.
Industri
Indonesia memiliki beragam jenis makanan, salah satunya adalah kerupuk, Banyak macam-macam kerupuk yang dapat kita jumpai, baik dari segi rasa, bentuk, dan proses pembuatannya.
Kerupuk yang paling populer dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia adalah kerupuk udang. Kerupuk udang bukan hanya makanan populer di Indonesia, tapi sudah menjadi makanan yang digemari oleh dunia.
Hal ini terbukti dengan jumlah ekspor kerupuk udang yang selalu meningkat setiap tahunnya
Salah satu sumber menyebut, kerupuk udang berasal dari Sidoarjo. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kerupuk ini tentu saja udang. Bentuk dari kerupuk udang ini beragam, ada yang berbentuk bulan sabit, lonjong, hingga berbentuk bulat.
Dengan rasa gurih, tekstur renyah, dan aroma udang yang menggugah selera, kerupuk udang menjadi cemilan yang sulit untuk ditolak.
Asal Mula
Kerupuk udang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Cemilan ini diyakini telah ada sejak zaman kerajaan Majapahit.
Awalnya, kerupuk udang dibuat secara tradisional dengan mengeringkan campuran adonan udang segar dan tepung tapioka di bawah sinar matahari. Seiring berjalannya waktu, teknik pembuatan kerupuk udang semakin berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia.
Proses pembuatan kerupuk udang dimulai dengan mencampurkan udang segar yang telah dihaluskan dengan tepung tapioka dan bahan-bahan lain yang memberikan rasa khas kerupuk udang.
Adonan kemudian diuleni hingga kalis dan dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dijemur hingga kering. Setelah itu, kerupuk udang siap untuk digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan menjadi renyah.
Kerupuk udang memikat selera dengan rasa gurih yang khas dari udang segar. Ketika digoreng, aroma udang yang harum langsung menyebar dan membuat siapa pun yang menciumnya ingin segera menikmati cemilan ini.
Kelezatan kerupuk udang membuatnya menjadi teman yang sempurna untuk santai bersama keluarga, teman-teman, atau sebagai camilan ketika menonton acara kesayangan.
Selain lezat, kerupuk udang juga memiliki beberapa manfaat kandungan gizi. Dalam jumlah yang wajar, kerupuk udang dapat menyediakan asupan protein, kalsium, fosfor, dan selenium dari udang yang berguna untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh.
Kerupuk udang dapat dinikmati dengan berbagai cara. Beberapa orang suka menyantapnya begitu saja sebagai camilan ringan, sementara yang lain lebih suka menyantapnya bersama makanan Indonesia lain seperti nasi goreng, mie goreng, soto atau sop untuk memberikan rasa gurih dan tekstur yang renyah.
Biasanya kerupuk udang yang dijual di pasaran berbentuk bulat dan besar, tapi ada yang bentuknya seperti stik, dikemas dalam kemasan pouch premium dengan ziplock, jadi sangat praktis untuk dibawa traveling. (Hilal)



