linimassa.id – Beberapa orang sangat familiar bahkan gemar dengan tauco. Berasal dari biji kedelai, tauco menjadi bumbu makanan yang banyak digunakan.
Biji kedelai ini direbus terlebih dahulu lalu dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).
Fermentasi tauco direndam dengan air garam, kemudian dijemur pada terik matahari selama beberapa minggu sampai keluar aroma yang khas tauco atau rendaman berubah menjadi warna coklat kemerahan.
Pada pertengahan prosesnya, rendamannya sering mengeluarkan bau yang menyengat seperti ikan busuk/bau terasi.
Dari beberapa produsen tauco tradisional mengatakan bahwa hasil rendaman, air rendamannya itulah diolah menjadi kecap sedangkan biji kedelainya menjadi tauco.
Terdapat berbagai cara mengolah tauco yang masing masing memiliki keistimewaan tersendiri. Contoh tauco yang beredar di daerah Riau berbeda dengan tauco dengan di daerah Jawa seperti Cianjur dan Pekalongan atau daerah Kalimantan. Tiap tauco daerah memiliki keunikan cita rasa tersendiri.
Tauco dapat disimpan lama sampai bertahun tahun, dan tidak akan rusak atau basi selama penyimpanannya tidak terkena air mentah ataupun terkontaminasi dengan bahan organik lainnya.
Sayang, tidak ada penelitian yang lebih terperinci mengenai tauco. Oleh para buruh kasar (khususnya masyarakat Tionghoa) di beberapa daerah, tauco digunakan sebagai lauk setiap makan terutama saat makan bubur bening.
Penggunaannya yang umum adalah sebagai bumbu atau penyedap dalam membuat lauk pauk, misalnya ayam bumbu tauco, nasi goreng tauco, ikan tumis tauco.
Tauco kerap digunakan sebagai bumbu tumisan atau bahan untuk membuat sambal. Beberapa sumber menyebut bahwa penggunaan tauco dapat memberikan rasa umami pada hidangan.
Kandungan
Tauco mengandung energi sebesar 166 kilokalori, protein 10,4 gram, karbohidrat 24,1 gram, lemak 4,9 gram, kalsium 55 miligram, fosfor 365 miligram, dan zat besi 1 miligram.
Di dalam tauco juga terkandung vitamin A sebanyak 23 IU, vitamin B1 0,05 miligram dan vitamin C 0 miligram.
Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Tauco, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Melansir buku “Sehat Dengan Rempah Dan Bumbu Dapur” oleh Made Astaman dari Penerbit Buku Kompas, tauco adalah fermentasi kedelai yang umum digunakan sebagai penyedap masakan.
Bentuk tauco seperti pasta yang berwarna kekuningan dengan aroma yang kuat. Rasa tauco sendiri agak asin, asam, dan segar.
Di Tiongkok bumbu seperti tauco dikenal dengan nama chiang, sedangkan di Korea Selatan disebut doenjang.
Walau sama-sama dari fermentasi kedelai, tetapi masing-masing bumbu ini memiliki perbedaan. Baik dari segi rasa dan pembuatannya.
Jenis tauco yang dijual di pasaran ada dua macam, yakni tauco kering dan basah. Dari segi rasa, tauco terbagi dalam dua jenis yakni tauco asin dan manis.
Warna tauco sendiri bermacam-macam, dari kuning hingga kecoklatan. Perbedaan jenis tersebut terletak pada jumlah air dan banyaknya gula yang ditambahkan.
Proses pembuatan tauco Bahan baku pembuatan tauco yakni kadang kedelai hitam atau kedelai kuning. Namun yang paling umum digunakan adalah kedelai kuning.
Jenis
Secara umum, ada tiga jenis kedelai yang digunakan di Indonesia, yakni kedelai kuning atau putih, hitam, dan hijau. Nah di Indonesia, tauco dibuat dari kedelai kuning atau putih. Kalau di negara lain seperti Jepang misalnya, tauco dibuat dengan kedelai hitam.
Kamu tahu, ternyata tauco juga punya dua jenis, yakni tauco basah dan tauco kering. Selain itu, tauco juga punya dua rasa yakni tauco manis dan tauco asin. Perbedaan jenis-jenis tauco ini terletak pada jumlah air dan gula yang digunakan saat proses pembuatannya.
Jangan salah juga, ternyata di Indonesia pun ada banyak tauco dibedakan dari daerahnya. Ada tauco Cianjur, tauco Medan, tauco Pekalongan, dan lain-lain. Tiap daerah ini punya ciri khas tersendiri loh. Misalnya untuk proses pembuatannya atau digunakan untuk masakan apa. Jadi, memang gak bisa disamakan karena tauco di setiap daerah punya keunikan masing-masing.
Nah, ternyata tauco juga punya kembaran, ladies. Ada beberapa bumbu-bumbu sejenis di seluruh dunia yang mirip dengan tauco. Misalnya, di China ada yang namanya taosi. Taosi ini terbuat dari kedelai hitam, bukan kedelai kuning. Kalau kamu senang masakan Jepang, kamu pasti tahu miso, kan? Ini juga disebut-sebut sebagai bumbu sejenis tauco. Hanya saja aromanya memang gak setajam tauco.
Kalau kamu ke rumah makan, pasti gak ketinggalan ada menu kangkung tauco. Selain kangkung, ternyata tauco juga enak digunakan untuk membuat tempe masak tauco, ayam kuah tauco, udang cah tauco, atau sambal tauco.
Ada pula yang menggunakannya sebagai bahan pelengkap wajib untuk soto khas Tegal . Eits, tapi jangan kebanyakan ya karena tauco ini super gurih dan asin. (Hilal)



