linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: BPN Sebut 862 Bidang Aset Pemkot Tangsel Tak Bersertifikat
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pemerintahan > BPN Sebut 862 Bidang Aset Pemkot Tangsel Tak Bersertifikat
Pemerintahan

BPN Sebut 862 Bidang Aset Pemkot Tangsel Tak Bersertifikat

LinimassaNews
15 Agustus 2023
Share
waktu baca 2 menit
IMG 5664
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Shinta Purwitasari di kantornya, Selasa (15/8/2023).
SHARE

linimassa.id – Ratusan aset tanah milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum bersertifikat. Tercatat ada sekira 862 hektare (Ha) bidang yang belum bersertifikat.

Hal itu diungkap oleh Kasi 2  Penetapan Hak dan Pendaftaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel Koswara. Dia menyebut, data itu berdasarkan data dari bidang aset Pemkot Tangsel.

“Ada 862 bidang, itu yang kita harus kejar jadi sertifikat,” kata Koswara di kantornya, Selasa (15/8/2023).

Koswara menerangkan, dari ratusan aset bidang milik Pemkot Tangsel itu belum bersertifikat karena terkendala berkas serah terima dari pengembang serta berkas lainnya yang berkaitan dengan aset tersebut.

“Kendalanya, pemkot punya data, tapi bukti pelepasan dari pengembang ke pemkot belum lengkap,” terangnya.

Koswara menyebut, kendala tersebut merupakan masalah lama saat penyerahan aset lahan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Pemkot Tangsel saat pemekaran wilayah.

Proses sertifikasi lahan milik Pemkot Tangsel itu kini terkendala karena banyak pengembang yang sudah tak diketahui keberadaanya.

Tetapi saat ini, BPN Tangsel berupaya meminimalisir kesalahan serupa dengan terlibat saat proses penyerahan prasarana sarana utilitas (PSU) dari pengembang.

“Sekarang ini memang ketika ada serah terima PSU kita dilibatkan, sebelumnya tidak dilibatkan,” ungkap Koswara.

Koswara lebih lanjut menjelaskan, dari 862 bidang milik Pemkot Tangsel yang belum bersertifikat itu diantaranya digunakan untuk bangunan sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Ada juga aset bidang yang digunakan perkantoran pemerintahan,” jelasnya.

Soal sertifikasi lahan itu, Koswara menerangkan, tahun ini BPN Tangsel menargetkan 3 kelurahan sebagai kelurahan peta lengkap. Di antaranya Kelurahan Kademangan, Cilenggang dan Serpong.

“Meskipun ada lahan yang bersertifikat, paling tidak data yang ada di kelurahan tersebut sudah terpetakan,” ungkapnya.

“Baru nanti apabila yang belum terbit sertifikat tahun berikutnya akan dilengkapi,” sambungnya.

Kepala Kantor BPN Tangsel Shinta Purwitasari mengatakan, proses kelurahan peta lengkap itu akan dilakukan secara bertahap hingga bisa semua kelurahan di Tangsel masuk sebagai peta lengkap.

“Di Tangsel ada 54 kelurahan, tahun ini kita mulai dari 3 kelurahan dulu untuk dijadikan kelurahan peta lengkap. Sambil bertahap menyelesaikan persoalan tanah di Tangsel,” katanya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan