LEBAK, LINIMASSA.ID – Sebanyak 122 ASN di Lebak tengah menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Jumlah ini menambah angka perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lebak, yang saat ini datanya menunjukkan hasil cukup tinggi.
Warga termasuk ASN di Lebak yang bercerai berdasarkan data Pengadilan Agama Lebak, hingga September tahun 2025, mencapai 1.098 perkara, 122 perkara di antaranya adalah ASN.
Retaknya hubungan rumah tangga ASN penyebab utamanya karena faktor ekonomi dan kekerasan dalam runah tangga.
“Untuk ASN di Lebak yang mengajukan perceraian ada sebanyak 122 perkara pada tahun 2025,” kata Humas Pengadilan Agama Rangkasbitung, Gushairi, Rabu 10 September 2025.
Gushairi menjelaskan, sebanyak 122 ASN di Lebak yang mengajukan perceraian ada dari unsur guru, ASN Pemda, dan instansi pemerintah lainnya.
Alasan Cerai ASN di Lebak
Alasan ASN di Lebak memilih untuk mengakhiri mahilgai biduk rumah tangga, kata Gushairi, disebabkan beberapa faktor diantaranya ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga.
“Rata-rata alasannya karena sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, yang disebabkan karena faktor ekonomi yakni kurangnya nafkah dari suami, pihak suami sering berkata-kata kasar kepada isteri, dan juga adanya kekerasan dalam rumah tangga oleh suami, seperti memukul, menendang dan lainnya,” ujar mantan Hakim Pengadilan Agama Riau ini.
Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Agama Rangkasbitung mencatat, cerai gugat atau permohonan perceraian yang dilayangkan istri menjadi perkara terbanyak yang diterima instansinya.
Hingga September 2025, tercatat ada 1.098 kasus percerian, dengan rincian cerai talak 193 perkara dan cerai gugat 905 perkara.
Dengan banyaknya ASN di Lebak yang menjalani proses sidang cerai ini membuktikan bahwa, kesejahteraan dan peningkatan ekonomi tidak menjamin keharmonisan rumah tangga.
ASN di Lebak yang seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat, namun justri kehidupan rumah tangganya tak bisa bertahan dan harus berakhir perpisahan.



