linimassa.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya, bersama dengan Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan Putra, melakukan peninjauan langsung terhadap proses penanganan sampah dari sumbernya melalui pendampingan yang dilakukan oleh Satgas Naturalisasi Ciliwung.
Kegiatan ini dilakukan dengan memilah sampah dari rumah di dua RT di Kota Bogor, Senin (15/04/2024).
Kunjungan dilakukan ke RT 4/Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, dan RT 1/8 Kampung Bantarjati Lebak, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.
Setiap rumah yang dikunjungi telah memiliki tempat sampah sendiri yang digunakan untuk memilah sampah organik dan non-organik. Sampah yang telah dipilah akan dikumpulkan di tempat penampungan untuk selanjutnya diolah dan dijual ke pengepul barang bekas atau dijadikan pupuk atau kompos.
Dukungan Satgas Ciliwung Kota Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyampaikan apresiasi kepada Satgas Ciliwung Kota Bogor atas upaya mereka dalam mengelola sampah dari rumah.
Saat ini, Satgas Ciliwung sudah mengelola 20 RT prioritas dari target 48 RT hingga akhir 2024. Bima Arya juga memastikan akan terus memperjuangkan keberlanjutan Satgas ini.
Sekretaris Satgas Naturalisasi Ciliwung, Een Irawan Putra, menjelaskan bahwa Satgas ini berfokus pada perubahan perilaku warga terkait pengelolaan sampah.
Mereka berupaya mengatasi permasalahan sampah di hulunya, yaitu di rumah tangga, melalui pendampingan, fasilitasi, edukasi, dan sosialisasi.
Menyongsong Indonesia Tanpa TPA Baru
Een Irawan menyatakan bahwa upaya Satgas Ciliwung Kota Bogor sejalan dengan persiapan Indonesia tanpa TPA baru pada tahun 2030.
Kota Bogor menjadi salah satu yang terdepan dalam persiapan ini. Namun, untuk menjadikan pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai gerakan masif, diperlukan kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat.
Dengan adanya upaya seperti ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kota Bogor dan di seluruh Indonesia bisa semakin baik dan berkelanjutan. (AR)



