linimassa.id – Tahu wafer? Makanan satu ini bisa ditemukan di warung sampai minimarket dengan berbagai merek.
Wafer merupakan sejenis biskuit yang renyah, memiliki rasa yang manis, dengan bentuk tipis, datar, dan kering, sering dipakai sebagai tambahan untuk es krim.
Wafer juga dapat diolah menjadi kue kering dengan lapisan krim. Wafer sering kali memiliki pola permukaan seperti wafel, tetapi juga dapat bermotif lambang produsen makanan atau mungkin tanpa pola. Beberapa merek cokelat batangan mengombinasikan cokelatnya dengan wafer.
Wafer masuk dalam kudapan legendaris, bahkan sejak abad pertengahan. Kisah kultur wafer datang dari Eropa, semisal Yunani, Belanda, Jerman, hingga Belgia.
Muasalnya lekat dengan biskuit, wafer terbuat dari gandum. Tambahan pada wafer adalah telur. Di biskuit, kandungan telur, pada awalnya, tidak termasuk.
Biskuit mesti melalui dua kali proses masak. Biskuit wajib dipanggang, sesudah itu dibakar. Di Eropa memasak wafer harus menggunakan pemanggang piringan besi panjang.
Wafer dan Waffle
Wafer dan waffle sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namanya hampir mirip, seringkali membuat orang kebingungan apa perbedaan dari wafer dan waffle ini.
Wafer menjadi camilan kesukaan anak-anak maupun orang dewasa. Berbagai varian rasa dari wafer dapat dinikmati dan ditemukan di toko terdekat.
Varian rasa dari wafer seperti rasa cokelat, vanila, permen karet, hingga strawberry. Sedangkan waffles disantap pada saat sarapan di luar negeri.
Biasanya waffle disajikan dengan topping es krim, buah-buahan, dan sirup. Wafer adalah salah satu makanan ringan yang memiliki berbagai bentuk. Biasanya wafer memiliki bentuk yang agak panjang, bertekstur, tipis, dan kering.
Lapisan wafer yang tipis diisi dengan rasa manis di tengahnya. Beberapa bentuk wafer seperti honeycomb, wafer stick, dan wafer salut.
Sementara waffle, dibandingkan dengan wafer, waffle memiliki tekstur empuk menyerupai bolu. Dengan penambahan topping di atasnya membuat rasanya menjadi enggak hambar.
Waffle memeiliki varian brussel dengan bentuk persegi yang disajikan dengan berbagai topping manis untuk sarapan dan liege yang hampir mirip dengan waffle Brussel namun bentuknya lebih tipis.
Ada rentetan sejarah antara wafer dan waffle. Penyatu antara keduanya adalah Eropa di abad pertengahan. Baik waffle dan wafer, lazimnya, bercita rasa manis.
Di zaman modern, pembeda antara keduanya adalah tekstur. Waffle bertekstur lembut bahkan sedikit kenyal. Sebaliknya wafer bertekstur kering dan renyah.
Meskipun namanya hampir sama, namun wafer dan waffle beda jenis, ya.
Jenis
Wafer memiliki berbagai jenis. Misalnya honeycomb yang memiliki bentuk persegi panjang dan persegi. Di antara lapisan wafer dilapisi cokelat.
Selain itu ada wafer stick yang diikenal juga sebagai wafer roll yang bentuknya menyerupai tabung dan di dalamnya terdapat krim.
Selain sebagai makanan ringan, wafer juga sering digunakan sebagai hiasan es krim. (Hilal)



