KOTA TANGSEL, LINIMASSA.ID — Sebuah ancaman bom lewat pesan WhatsApp atau teror bom di Tangerang memicu kepanikan di dua sekolah internasional di wilayah Tangerang setelah pengirim mengaku menanam perangkat peledak dan memberi tenggat waktu empat puluh lima menit jika tebusan tidak dikirim.
Institusi yang menjadi sasaran ialah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School di Bintaro, Kota Tangerang Selatan.
Ancaman teror bom di Tangerang itu dikirim dari nomor berkode negara + dua tiga empat (Nigeria) dan meminta tebusan sebesar tiga puluh ribu dolar AS — sekitar empat ratus sembilan puluh delapan juta rupiah — yang harus dikirim ke alamat dompet digital berbasis Bitcoin.
Dalam versi bahasa Inggris yang tersebar ke staf sekolah, pesan itu intinya menyatakan bahwa ada bom di sekolah dan bila tidak dibayar sejumlah uang ke alamat Bitcoin yang tertera, alat peledak akan diledakkan dalam empat puluh lima menit serta ancaman akan dilakukan jika pihak sekolah menghubungi polisi.
Menindaklanjuti laporan pihak sekolah tentang teror bom di Tangerang, Kepolisian Resor Tangerang Selatan segera mengerahkan personel dan berkolaborasi dengan tim Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya untuk evakuasi dan sterilisasi lokasi.
Teror Bom di Tangerang, Sekolah Dievakuasi
Adanya teror bom di Tangerang, membuat siswa, tenaga pengajar, dan staf dievakuasi sementara tim kepolisian memeriksa gedung, kendaraan, serta area pendukung lainnya dengan peralatan pendeteksi bahan peledak.
“Kami segera koordinasi dengan pihak sekolah, mengamankan lokasi, dan meminta dukungan Jibom untuk pemeriksaan menyeluruh,” ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Setelah pemeriksaan intensif yang berlangsung beberapa jam, aparat menyatakan tidak menemukan bahan peledak atau benda mencurigakan di kedua sekolah.
Walaupun hasil sterilisasi negatif, penyelidikan digital untuk melacak asal pesan terus dijalankan. Polisi menduga ancaman tersebut merupakan bentuk pemerasan lintas negara yang memanfaatkan ketakutan untuk meminta uang dalam bentuk mata uang kripto, sehingga tim siber dilibatkan untuk menjejak pengirim.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan pengelola sekolah agar tetap tenang bila menerima pesan sejenis dan langsung melapor kepada aparat supaya penanganan profesional dapat dilakukan.
Langkah mengatasi teror bom di Tangerang yang dianjurkan termasuk menghentikan penyebaran pesan, mengamankan bukti berupa tangkapan layar, serta tidak mentransfer uang sebagai respon terhadap tuntutan ancaman.



