linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Tempe di Pandeglang Ukurannya Diperkecil, Ini Penyebabnya
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Tempe di Pandeglang Ukurannya Diperkecil, Ini Penyebabnya
News

Tempe di Pandeglang Ukurannya Diperkecil, Ini Penyebabnya

Andra 20 April 2025
Share
waktu baca 3 menit
Tempe di Pandeglang
Produsen Tempe di Pandeglang perkecil ukuran, Minggu 20 April 2024
SHARE

PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Ternyata bukan cuma Momogi yang ukurannya jadi lebih kecil, tempe di Pandeglang juga kini ukurannya mengecil, sengaja dibuat oleh pengrajinnya.

Krisis ekonomi tampaknya mulai berdampak pada rakyat kecil, terbukti, ukuran tempe di Pandeglang kini jadi lebih kecil.

Tempe di Pandeglang jadi lebih kecil lantaran para pengrajin tempe mengaku tak kuat menahan lonjakan harga kedelai yang meroket naik.

Usut punya usut, ternyata harga kedelai yang naik disebabkan oleh dampak perang dagang atas kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat.

Harga kedelai impor yang ikut naik sejak beberapa minggu terakhir, jelas berpengaruh terhadap tempe di Pandeglang yang produksinya terkendala. Hal ini kemudian membuat para pengrajin harus memutar otak agar usahanya bisa bertahan.

Dari harga kedelai yang sebelumnya Rp8.800 per kilogram, naik menjadi Rp12.000 per kilogram. Kenaikan harga kedelai ini membuat para pengrajin tempe pusing tujuh keliling.

Para pembuat tempe di Pandeglang mengaku tak mau menaikkan harga jual lantaran takut ditinggal kabur para pembeli atau konsumen.

Terpaksa, strategi yang dilakukan pun ialah mengubah ukuran tempe, menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Ya, walaupun sering menerima keluhan dari pembeli, namun hal ini terpaksa mereka lakukan.

Pengakuan Produsen Tempe di Pandeglang

Salah satu produsen tempe di Pandeglang Yadi mengatakan, dirinya dan banyak produsen lain tak tahu harus berbuat apa melihat realitas kenaikan harga kedelai.

“Dampak kenaikan kedelai impor ini kerasa banget, harga kedelainya naik parah,” keluh Yadi, Minggu 20 April 2025.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Di satu sisi, Yadi juga tak mau menaikkan harga jual tempe, karena ia sadar jika daya beli masyarakat terutama pembeli tempe di Pandeglang rendah.

Yadi juga mengaku kesulitan menyesuaikan pengeluaran karena harus tetap menggaji karyawan di tengah mahalnya bahan baku.

“Kalau bahan baku semahal ini, kita jadi minim buat bayar gaji karyawan. Kami minta pemerintah pusat dan daerah jangan tinggal diam. Tolong kami, pengrajin tahu dan tempe, jangan sampai kami tutup usaha karena nggak ada respons,” jelasnya.

Yadi berharap kenaikan bahan baku kedelai tersebut bisa dapat segera turun kembali seperti biasanya, sehingga dalam produksi tak merasa terbebani baginya.

“Mudah-mudahan bisa segera turun normal lagi harga kedelai, harapan saya harga stabil biar harga pasar bisa terjangkau dan tempe bisa normal lagi,” tutupnya.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?