linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Soroti Polemik SHGB Situ Rompong, BAM DPR RI: Cacat Prosedur
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pemerintahan > Soroti Polemik SHGB Situ Rompong, BAM DPR RI: Cacat Prosedur
Pemerintahan

Soroti Polemik SHGB Situ Rompong, BAM DPR RI: Cacat Prosedur

LinimassaNews
14 September 2026
Share
waktu baca 5 menit
Situ Rompong Tangsel
Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menemukan persoalan dalam penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di kawasan Situ Rompong, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kunjungan kerja BAM DPR RI ke Puspemkot Tangsel, Senin (14/9/2026).
SHARE

LINIMASSA.ID, TANGSEL – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menemukan persoalan dalam penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di kawasan Situ Rompong, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Hal itu diungkapkan Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan dalam kunjungan kerja BAM DPR RI ke Puspemkot Tangsel, Senin (14/9/2026).

Ahmad menjelaskan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar mempertimbangkan pembatalan SHGB yang diterbitkan untuk PT SPH.

“Saya tadi bilang jangankan perusahaan swasta seperti PT SPH, PTPN ketika akan diperpanjang SHGB-nya itu harus clear and clean di lapangan,” ujarnya.

Persoalan itu menjadi sorotan karena lahan yang sebelumnya diblokir selama sekitar 41 tahun kemudian mengalami perubahan status setelah adanya kesepakatan mengenai sejumlah bidang tanah.

Dalam proses tersebut, menurut Ahmad, terdapat tanah yang dihibahkan kepada negara, sementara sebagian lainnya diperjualbelikan dan kemudian dibeli PT SPH.

Setelah blokir dibuka, SHGB kemudian diterbitkan. Namun, persoalan di lapangan ternyata belum selesai. Masyarakat yang telah lama tinggal dan memanfaatkan lahan tersebut masih berada di lokasi.

Kondisi itulah yang dinilai BAM perlu diperiksa kembali. Ahmad tidak secara langsung menyebut SHGB tersebut ilegal. Namun, ia menyatakan ada dugaan cacat dalam proses penerbitannya.

“Ya, katakanlah semenjak awal ada semacam cacat proses. Diduga, ada semacam cacat proses sejak awal,” katanya.

BAM juga mempertanyakan SHGB yang disebut telah lebih dari dua tahun tidak dimanfaatkan. Menurut Ahmad, kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan tambahan bagi BPN untuk melakukan evaluasi, termasuk kemungkinan pembatalan sertifikat sesuai ketentuan hukum.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut kepentingan pemerintah atau perusahaan, tetapi juga menyangkut kepastian hukum bagi masyarakat yang sudah puluhan tahun berada di kawasan tersebut.

Di tengah sengketa pertanahan itu, empat warga disebut telah ditetapkan sebagai tersangka setelah adanya laporan dari pihak yang menguasai SHGB. Bagi Ahmad, kondisi ini justru perlu menjadi perhatian serius.

Ia menilai warga tidak semestinya langsung berhadapan dengan proses pidana ketika akar persoalannya merupakan konflik penguasaan lahan yang belum selesai secara perdata maupun administratif.

“Si pemilik SHGB merasa lahan tersebut sudah milik dia, melaporkan masyarakat ke kepolisian dan sekarang sudah empat menjadi tersangka. Ini juga tentu ya prosesnya harus berkeadilan karena ya mereka sebelum SHGB hadir sudah di situ,” paparnya.

Menurut dia, warga pada dasarnya sedang mempertahankan kepentingan atas lahan yang telah mereka tempati dan manfaatkan sejak lama. Karena itu, BAM meminta PT SPH mencabut laporan polisi terhadap warga.

“Makanya kita minta untuk ya mencabut laporan tersebut dan ya status tersangkanya,” katanya.

Ia mendorong penyelesaian selanjutnya ditempuh melalui mediasi dan musyawarah antara warga, pemerintah, dan pihak perusahaan. Ahmad juga meluruskan persoalan mengenai blokir lahan yang sebelumnya berlangsung puluhan tahun.

Menurut dia, blokir tersebut sebenarnya sudah dibuka sebelum SHGB diterbitkan. Pembukaan blokir dilakukan setelah adanya kesepakatan mengenai status sejumlah bidang tanah.

Jika nantinya SHGB dibatalkan, pembukaan blokir tidak otomatis berarti lahan tersebut kembali berada dalam kondisi yang sama seperti sebelum proses tersebut.

Status selanjutnya, kata Ahmad, harus mengikuti ketentuan hukum berdasarkan riwayat dan status masing-masing bidang tanah.

DPUPR Banten Fokus Pemulihan Fungsi Situ Rompong

Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya fokus pada pengamanan aset dan pengembalian fungsi Situ Rompong.

Kata dia, sejumlah pemilik lahan telah menyerahkan tanah kepada Pemprov Banten setelah lahan tersebut terindikasi masuk dalam kawasan Situ Rompong. Proses selanjutnya adalah memastikan tanah tersebut memiliki sertifikat atas nama Pemprov Banten.

“Kalau dari Dinas sih kita tinggal menunggu proses sertifikasi. Hasil penyerahan dari pemilik lahan kepada Pemprov Banten. Nah, setelah adanya sertifikasi nanti secara utuh baru nanti kita lakukan perencanaan revitalisasinya,” sebutnya.

Berdasarkan hasil pengukuran yang disepakati pada 2022, lahan yang telah diamankan sebagai aset Pemprov Banten mencapai sekitar 2,94 hektare.

Namun, terdapat pula keputusan menteri pada 2024 yang berkaitan dengan sempadan Situ Rompong dengan luasan sekitar 12 hektare. Arlan mengatakan ketentuan tersebut masih perlu dipelajari lebih lanjut, terutama terkait hak masyarakat yang memiliki dasar kepemilikan yang sah.

“Kalau yang kita secara aset, itu kan kita ada 2,94 hasil pengukuran yang disepakati di 2022. Memang di 2024 terbit SK Menteri berkaitan dengan sempadan Situ Rompong yang luasannya 12 koma sekian hektar,” ungkapnya. (KO/RED)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- 27 OKTOBER 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Polsek Pondok Aren
Polsek Pondok Aren Ringkus Perampok Rumah Warga Jombang, Sempat Dihalangi Keluarga
News
Kantor Bupati Tangerang
1.000 Orang Bakal Demo di Kantor Bupati Tangerang, Ini Lima Tuntutan yang Akan Disuarakan
News
Operasi Patuh Maung 2026
Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Evaluasi Strategi Penindakan
News
korupsi alkes
Viral Kabar Kadinkes Banten Jadi Tersangka Korupsi Alkes, Ini Penjelasan Kejati
News
RSUD Banten
RSUD Banten Tegaskan Isu Penetapan Tersangka Korupsi Alkes yang Viral di TikTok Tidak Benar
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan