LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Layanan KRL Commuter Line rute Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami gangguan pada Kamis pagi (22 Januari 2026).
Peristiwa longsor yang mengenai Tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di lintasan antara Stasiun Maja dan Stasiun Tigaraksa menyebabkan sejumlah perjalanan kereta tidak dapat diteruskan, sehingga penumpang harus kembali ke stasiun sebelumnya.
Gangguan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Akibatnya, operasional KRL hanya dapat melayani perjalanan hingga Stasiun Tigaraksa, sementara jalur menuju Stasiun Maja belum bisa dilewati untuk sementara waktu.
Sebagai langkah antisipasi, KAI Commuter memberlakukan pengaturan ulang perjalanan dengan sistem bergantian pada jalur yang masih dinyatakan aman. Penumpang yang memiliki kepentingan mendesak disarankan untuk memanfaatkan sarana transportasi lain guna menghindari keterlambatan.
Salah satu penumpang terdampak, Haerudin, warga Petir, Kabupaten Serang, mengungkapkan rasa kecewanya karena harus membatalkan perjalanan dan menunggu kereta berikutnya.
“Saya berangkat dari Serang pagi ini, lalu tiba-tiba ada pengumuman harus putar balik. Banyak penumpang terlihat kebingungan dan cemas karena takut terlambat kerja,” kata Haerudin saat ditemui di Stasiun Rangkasbitung, Kamis (22/1/2026).
Kepadatan Penumpang KRL
Kondisi tersebut juga mengakibatkan kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tigaraksa. Banyak pengguna jasa yang berupaya mencari kejelasan mengenai kelanjutan perjalanan maupun opsi rute lain.
“Seharusnya jam delapan sudah tiba di Tanah Abang. Sekarang masih tertahan di Maja dan belum ada kepastian kapan jalurnya normal kembali,” lanjut Haerudin.
Penumpang lainnya, Amir asal Rangkasbitung, menyebut gangguan ini cukup menghambat aktivitas paginya. Ia memilih mencari alternatif transportasi lain agar tetap bisa sampai ke Jakarta tepat waktu.
“Situasi ini cukup merepotkan. Saya harus cari bus atau ojek online supaya tidak terlambat. Informasi dari petugas juga masih menunggu perkembangan,” ujarnya.
Sementara itu, petugas KAI Commuter terus melakukan penanganan di lokasi longsor untuk memperbaiki dan menormalkan posisi LAA. Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu beberapa jam.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan lintasan antara Maja dan Tigaraksa dapat kembali beroperasi sepenuhnya. KAI Commuter menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi melalui saluran resmi.
Para penumpang diimbau untuk mengikuti arahan petugas di stasiun serta menyesuaikan rencana perjalanan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.



