linimassa.id – Sebentar lagi pergantian tahun Masehi. Selamat datang 2024. Tapi sudah tahu belum, berdasarkan apa ya penghitungan dan pergantian tahun alias kalender masehi?
Pengertian kalender Masehi adalah sistem penomoran atau penanggalan tahun yang didasarkan pada kalender Julian dan Gregorian.
Kalender Masehi ini didasarkan pada siklus matahari atau revolusi bumi, yakni peredaran bumi mengelilingi matahari.
Melansir situs Kemdikbud, penanggalan atau perhitungan waktu dalam kalender Masehi dimulai sejak lahirnya Yesus Kristus.
Asal Mula
Sebelum mengenal lebih jauh, melansir situs History, kalender Julian adalah kalender atau sistem penanggalan yang diberlakukan oleh Julius Caesar sejak tahun 45 sebelum masehi (SM). Kala itu, Julius Caesar memutuskan bahwa kalender Romawi kuno sangat membutuhkan reformasi.
Dalam merancang kalender barunya, Caesar meminta bantuan Sosigenes, seorang astronom Aleksandria, yang menyarankannya untuk mengganti siklus bulan sepenuhnya dan beralih untuk mengikuti siklus matahari.
Lalu Julius Caesar menambahkan satu hari di bulan Februari setiap empat tahun sekali. Penanggalan ini kemudian dinamai dengan kalender Julian.
Selain itu, Caesar juga menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun penanggalan dalam kalender tersebut. Ia menamai awal bulan dengan nama Janus, dewa permulaan Romawi.
Sementara itu dalam perkembangannya, kalender Julian dianggap memiliki beberapa masalah yang memerlukan adanya penyempurnaan.
Ini karena sistem perhitungan dalam kalender Julian menghitung panjang tahun matahari sebesar 11 menit yang menyebabkan kalender tersebut tidak sinkron dengan perubahan musim.
Ini disadari pihak Gereja di Eropa kala itu. Kemudian pada tahun 1570-an Paus Gregorius XIII menugaskan astronom Yesuit Christopher Clavius untuk membuat kalender baru untuk menyempurnakan sistem penanggalan kalender Julian tersebut.
Selanjutnya, pada 1582, untuk pertama kalinya kalender Gregorian diberlakukan oleh Paus Gregorius XIII. Dalam kalender Gregorian, penambahan hari setiap 4 tahun sekali yang sebelumnya ada dalam kalender Julian pun dihapuskan.
Ini pula yang menjadi asal mula diberlakukannya sistem kabisat. Tahun kabisat terjadi dalam periode empat tahun sekali kecuali tahun yang tidak habis dibagi 400. Kalender Gregorian inilah yang menjadi acuan kalender Masehi.
Penolakan
Penanggalan kalender Julian yang merupakan sejarah kalender Masehi ini kemudian diberlakukan di negara-negara penganut Kristen Katolik. Seperti di Italia, Spanyol, dan Portugal. Meski demikian sistem penanggalan kalender Gregorian ini juga sempat mengalami penolakan dari berbagai pihak.
Pada 1752, Inggris dan Amerika baru menggunakan kalender Masehi sebagai acuan penanggalannya. Selanjutnya, banyak negara yang juga mulai menerapkan sistem penanggalan kalender Masehi yang masih dipakai hingga kini.
Dasar Penghitungan
Dasar perhitungan kalender Masehi adalah berdasarkan waktu revolusi bumi. Revolusi bumi adalah peristiwa bergeraknya bumi mengelilingi pusat tata surya atau matahari. Hal inilah yang menjadi dasar perhitungan kalender Masehi yang sekarang kita pakai.
Satu tahun dalam kalender Masehi ini biasanya akan dibagi menjadi 12 bulan berbeda. Adapun pembagian jumlah hari dalam bulan-bulan tersebut adalah sebagai berikut.
Bulan Januari memiliki 31 hari
Bulan Februari memiliki 28/29 hari
Bulan Maret memiliki 31 hari
Bulan April memiliki 30 hari
Bulan Mei memiliki 31 hari
Bulan Juni memiliki 30 hari
Bulan Juli memiliki 31 hari
Bulan Agustus memiliki 31 hari
Bulan September memiliki 30 hari
Bulan Oktober memiliki 31 hari
Bulan November memiliki 30 hari
Bulan Desember memiliki 31 hari
Itulah tentang kalender masehi. Semoga semakin paham ya. (Hilal)



