linimassa.id – Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB atau International Day of UN Peacekeepers diperingati setiap tahun pada 29 Mei.
Laman resmi PBB menyebut, penjaga perdamaian PBB membantu negara-negara menavigasi jalan yang sulit dari konflik menuju perdamaian.
Tahun ini Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB mengusung tema ‘Fit for the future, building better together’. Selama 76 tahun, pasukan penjaga perdamaian PBB telah berupaya menyelamatkan dan mengubah kehidupan di situasi politik dan keamanan di dunia.
Sejak tahun 1948, lebih dari dua juta personel berseragam dan sipil telah membantu negara-negara melakukan transisi dari perang ke perdamaian. Saat ini, lebih dari 70.000 pasukan penjaga perdamaian bertugas di 11 misi yang dikerahkan di titik-titik konflik di seluruh dunia.
Hari internasional ini menyoroti kontribusi tak ternilai yang telah diberikan oleh militer, polisi, dan pasukan penjaga perdamaian sipil selama tujuh dekade terakhir. Hal ini merangkum semangat kemajuan dan tindakan kolektif untuk menciptakan dunia yang lebih setara, adil dan berkelanjutan.
Asal Mula
Laman Detik menyebut, Majelis Umum PBB, dalam resolusinya 57/129, menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Internasional Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tanggal 29 Mei 1948, misi penjaga perdamaian yang pertama bernama “Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata PBB” atau UNTSO, mulai beroperasi di Palestina.
Sejak misi yang pertama didirikan pada tahun 1948, 3.900 personel militer, polisi dan sipil telah kehilangan nyawa mereka dalam upaya perdamaian sebagai akibat dari tindakan kekerasan, kecelakaan dan penyakit.
Pada 29 Mei, kantor-kantor PBB, bersama dengan Negara-negara Anggota dan organisasi non-pemerintah, mengadakan acara khidmat untuk menghormati pasukan penjaga perdamaian yang gugur.
Di Markas Besar PBB di New York, Sekretaris Jenderal memimpin upacara peletakan karangan bunga untuk menghormati semua penjaga perdamaian yang kehilangan nyawa saat bertugas di bawah bendera PBB. Selain itu, Medali Dag Hammarskjöld diberikan secara anumerta kepada pasukan penjaga perdamaian yang gugur saat bertugas demi perdamaian.
Penjaga perdamaian adalah personel sipil, militer, dan polisi yang semuanya bekerja bersama. Peran dan tanggung jawab pasukan penjaga perdamaian berkembang seiring dengan semakin kompleks mandat penjaga perdamaian.
Operasi pemeliharaan perdamaian telah berkembang dari sekadar memantau gencatan senjata menjadi melindungi warga sipil, melucuti senjata mantan gerilyawan, melindungi hak asasi manusia, mendukung supremasi hukum, mendukung pemilu yang bebas dan adil, meminimalkan risiko ranjau darat, dan lain sebagainya.
Sah
Peringatan ini disahkan oleh Majelis Umum PBB Resolusi 57/129 pada 11 Desember 2002 atas permintaan dari Asosiasi Pasukan Penjaga Perdamaian Ukraina.
Dengan begitu, tanggal 29 Mei sebagai tanda ulang tahun Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata United Nation. Hari internasional ini bertujuan untuk menghormati para pasukan “Blue Helmets” atau Helm Biru.
Sekretaris Jenderal PBB (2011-2016) Ban Ki-moon mengatakan Blue Helmets adalah ciri terbaik dari bentuk solidaritas terhadap global karena keberaniannya untuk bertugas di lingkungan berbahaya guna menjamin keamaan dan ketentraman di wilayah dunia yang paling rawan. (Hilal)



