SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menyiapkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal untuk mengatasi persoalan kemacetan di jalur Bojonegara–Puloampel, Kabupaten Serang.
Dokumen teknis tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026 dan akan menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan kawasan secara menyeluruh.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa upaya penanganan kemacetan Bojonegara–Puloampel harus diwujudkan dalam bentuk perencanaan yang matang, bukan sekadar pembahasan atau kegiatan seremonial.
Menurutnya, keberadaan DED penting agar program dapat diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.
“Saya tidak ingin hanya berhenti pada diskusi atau seremoni. Harus ada dokumen perencanaan yang menjadi dasar sehingga siapa pun gubernur atau bupatinya nanti bisa melanjutkan penyelesaian persoalan Bojonegara–Puloampel ini,” kata Andra.
DED Pelebaran Jalur Bojonegara–Puloampel
Ia menjelaskan, DED pelebaran jalur Bojonegara–Puloampel akan memuat berbagai aspek teknis, mulai dari penataan infrastruktur, rencana pelebaran ruas jalan, pembangunan sistem drainase, hingga peningkatan konektivitas antara kawasan industri dengan pelabuhan.
Andra juga menilai kondisi saluran drainase di sepanjang koridor Bojonegara–Puloampel masih kurang memadai. Persoalan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memicu genangan maupun banjir ketika curah hujan tinggi.
Lebih lanjut, dokumen perencanaan tersebut akan diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah pusat, Pemprov Banten, serta Pemerintah Kabupaten Serang. Langkah itu dilakukan agar pelaksanaan proyek berlangsung terpadu dan saling mendukung.
“Kita harus menyusun fondasi yang kuat melalui DED. Setelah itu baru seluruh tahapan pembangunan bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemprov Banten berharap penyusunan DED dapat mempercepat realisasi penanganan kemacetan di Bojonegara–Puloampel.
Selain meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, proyek tersebut diharapkan mampu menunjang pengembangan kawasan industri dan pelabuhan yang menjadi salah satu penggerak perekonomian di Provinsi Banten.

