LINIMASSA.ID, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel mencatatkan capaian membanggakan dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dengan meraih skor 4,29, melampaui rata-rata Provinsi Banten sebesar 3,95 dan rata-rata nasional 3,50. Penghargaan tersebut disusun dan dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai tolak ukur komprehensif dalam mengukur daya saing daerah di Indonesia.
Penghargaan ini semakin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dalam membangun fondasi pembangunan berbasis inovasi dan penguatan ekosistem daerah yang berkelanjutan.
IDSD 2025 disusun dan dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tanggal 24 Februari 2026 bertempat di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta Pusat. IDSD 2025 menyajikan data dasar yang andal dan akuntabel untuk mendukung pengambilan kebijakan pembangunan berbasis bukti di seluruh Indonesia.
Proses penyusunan dilaksanakan secara terstruktur dan terkoordinasi melalui pengembangan konsep, harmonisasi data lintas Kementerian/Lembaga, serta penjaminan mutu untuk memastikan konsistensi dan keandalan hasil pengukuran. Data dasar IDSD 2025 menyajikan potret perkembangan daya saing daerah pada berbagai pilar utama serta produktivitas wilayah secara komprehensif dengan cakupan indikator dan wilayah yang luas.
Pengukuran IDSD 2025 mengadopsi kerangka Global Competitiveness Index (GCI) 2019 yang telah disesuaikan dengan dinamika pembangunan nasional. Pengukuran terhadap 12 pilar yang terdiri dari 63 indikator digunakan untuk tingkat provinsi dan 50 indikator untuk tingkat kabupaten/kota, diterapkan pada 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

IDSD terdiri dari 12 pilar yang dikelompokkan menjadi 4 komponen utama yaitu Lingkungan Pendukung, Sumber Daya Manusia, Pasar dan Ekosistem Inovasi. Lingkungan Pendukung terdiri dari Institusi (Pilar 1), Infrastruktur (Pilar 2), Adopsi TIK (Pilar 3) dan Stabilitas Ekonomi Makro (Pilar 4). Sumber Daya Manusia terdiri dari Kesehatan (Pilar 5) dan Keterampilan (Pilar 6). Pasar terdiri dari Pasar Produk (Pilar 7), Pasar Tenaga Kerja (Pilar 8), Sistem Keuangan (Pilar 9) dan Ukuran Pasar (Pilar 10). Ekosistem Inovasi terdiri dari Dinamika Bisnis (Pilar 11) dan Kapabilitas Inovasi (Pilar 12).
Kota Tangerang Selatan memperoleh skor IDSD 4,29 dengan rincian Pilar 1 dengan skor 4,58, Pilar 2 dengan skor 3,74, Pilar 3 dengan skor 5,00, Pilar 4 dengan skor 4,76, Pilar 5 dengan skor 4,03, Pilar 6 dengan skor 4,14, Pilar 7 dengan skor 5,00, Pilar 8 dengan skor 3,79, Pilar 9 dengan skor 4,57, Pilar 10 dengan skor 4,99, Pilar 11 dengan skor 2,96, Pilar 12 dengan skor 3,98. Skor IDSD Kota Tangerang Selatan berada di atas rata-rata Skor IDSD Provinsi Banten yaitu 3,95 dan diatas rata-rata Skor IDSD Nasional yaitu 3,50.
Selain itu, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Pemkot Tangsel secara konsisten menggelar Kreativitas Inovasi dan Invensi (KREASI-IN) sebagai agenda tahunan strategis. Pada 2025, berbagai rangkaian kegiatan sukses digelar.
Kegiatan tahunan Pemerintah Kota Tangerang Selatan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mendorong kreativitas, pemberdayaan UMKM, serta mempercepat pembangunan daerah.
Pada tahun 2025, rangkaian kegiatan Teknologi Tepat Guna dalam KREASI-IN diikuti antusias oleh 25 peserta dari kategori pelajar dan mahasiswa/masyarakat.
Sama dengan TTG, kegiatan IGA 2025 juga diikuti antusias oleh para peserta dengan tujuan mendorong budaya inovasi, meningkatkan daya saing daerah, dan mempercepat peningkatan kinerja. Kegiatan itu diikuti oleh 11 perangkat daerah, 2 unit organisasi dan 32 puskesmas di Kota Tangsel.

Sementara dari kegiatan PIPD 2025 ini merupakan pelaksanaan ke-4 kalinya dan menjadi agenda rutin Bappelitbangda Kota Tangsel sebagai upaya mendorong budaya inovasi di kalangan perangkat daerah itu diketahui dari 40 perangkat daerah, diketahui ada 13 perangkat daerah sangat inovatif, 7 perangkat daerah inovatif dan sisanya perangkat daerah kurang inovatif. Pada kategori ASN/Non ASN, terdapat 23 pendaftar dengan beragam inovasi.
Untuk kegiatan I2 Expo, merupakan wadah strategis untuk menampilkan, mempertemukan, dan mendiskusikan berbagai inovasi unggulan dari Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pameran booth inovasi, innovation showcase, talkshow, serta diskusi inspiratif yang melibatkan inovator, pelaku industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum. Sehingga diharapkan tercipta ekosistem inovasi yang kolaboratif serta mendorong adopsi teknologi dan solusi inovatif di tingkat daerah. (Adv)



