linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Pakaian Tentara Bermotif Loreng, Ini Alasannya!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Pakaian Tentara Bermotif Loreng, Ini Alasannya!
Gaya Hidup

Pakaian Tentara Bermotif Loreng, Ini Alasannya!

Hilal Ahmad 13 Januari 2024
Share
waktu baca 5 menit
Tentara memakai baju loreng. (Foto : Tribun Style)
Tentara memakai baju loreng. (Foto : Tribun Style)
SHARE

linimassa.id – Sudah tahu belum alasan tentara berpakaian bermotif loreng? Yuk cari tahu.

Contents
KamuflaseAsal MulaHijau Loreng Militer Indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan juga hampir seluruh tentara di dunia selalu menggunakan seragam loreng, Pada dasarnya, seragam tentara ini punya berbagai macam warna, mulai dari cokelat, hijau sampai dengan hitam, menyesuaikan dengan kebutuhan.

Alasan sederhananya adalah pakaian bermotif loreng tersebut digunakan untuk keperluan penyamaran, terutama untuk menghindari pantauan musuh. Penyamaran ini bukan cuma digunakan oleh personel infantri, mulai dari pesawat, kendaraan hingga peralatan militer.

 

Kamuflase

Tentara harus mengenakan busana bercorak loreng demi melakukan kamuflase yang merupakan salah satu teknik pertahanan, yang mengacu pada metode yang digunakan untuk membuat pasukan militer agar tidak dapat terdeteksi oleh pasukan musuh.

Pemilihan warna dan bahan untuk kostum perang dan peralatan militer juga digunakan untuk menyembunyikan para musuh dari pengamatan visual.

Dengan menggunakan kostum bermotif loreng maka pasukan militer bisa menyatu dengan medannya serta mengurangi bahaya sebagai sasaran tembak musuh. Karena menyaru dengan suasana di sekitarnya, pasukan tentara yang menggunakan seragam ini sekilas tidak akan terlihat, otomatis mengurangi kemungkinan menjadi sasaran tembak.

 

Asal Mula

Baju loreng pertama kali digunakan awal tahun 1800-an oleh beberapa unit militer untuk melindungi diri dari tembakan senjata.

Dilansir dari buku Bonaparte: 1769-1802, Patrice Gueniffey, 2015,  pasukan yang mengadopsi warna loreng untuk pertama kali adalah Resimen Senapan ke-95 dan Resimen Senapan ke-60. Pakaian itu dipakai saat Perang Napoleon untuk memperkuat garis pertempuran tentara Inggris.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Saat membawa Rifles Baker (senjata dengan bayonet) dan memperluas area pertempuran, pasukan ini mengenakan jaket hijau, berbeda dengan resimen lain yang mengenakan jubah merah tua.

Hal yang berbeda terjadi pada pakaian tentara TNI. Tidak sama dengan banyak pasukan asing yang kebanyakan memakai warna cokelat di putih, TNI memilih warna hijau. Alasannya adalah medan negara kita didominasi pepohonan berwarna hijau, tanah dan kayu yang berwarna coklat, sehingga TNI lebih memilih pola M81 Woodland, yang populer dari tahun 1981.

Bila pasukan tentara militer Indonesia menggunakan seragam berwarna hitam, penggunaan warna hitam saat berperang di siang hari bisa menyiksa mereka. Ini dikarenakan warna hitam lebih mudah menyerap panas. Saat ini bukan hanya TNI, Polri juga kembali menggunakan seragam loreng.

Kamuflase pakaian loreng ini lebih ke arah pertahanan diri dari penglihatan visual, meski ada teknologi baru untuk mendeteksi keberadaan manusia mengunakan sinar inframerah dan lain sebagainya, tapi metode kamuflase ini tetap dianggap cukup efisien.

Selain itu, alasannya baju tentara bermotif loreng karena untuk melakukan kamuflase yang merupakan salah satu teknik pertahanan yang mengacu pada metode yang digunakan untuk membuat pasukan militer tidak terdeteksi oleh pasukan musuh.

 

Hijau Loreng Militer Indonesia

Berbeda dengan tentara asing (luar negeri) yang kebanyakan menggunakan warna coklat dipadu dengan warna putih, Tentara Nasional Indonesia (TNI) lebih memilih memakai serangam loreng bermotif hijau.

Dipilihnya warna dasar hijau untuk seragam TNI sendiri karena medan di negara Indonesia didominasi oleh hutan tropis atau pepohonan berwarna hijau, tanah dan kayu yang berwarna coklat.

Dengan pertimbangan itulah kemudian TNI lebih memilih warna loreng hijau atau pola M81 Woodland, yang populer sejak tahun 1981.

Alasan baju tentara bermotif loreng karena untuk melakukan kamuflase yang merupakan salah satu teknik pertahanan yang mengacu pada metode yang digunakan untuk membuat pasukan militer tidak terdeteksi oleh pasukan musuh.

Motif loreng juga digunakan untuk menyembunyikan pasukan dari amatan visual sehingga pasukan bisa menyatu dengan medan pertempuran dan mengurangi bahaya sebagai sasaran tembak musuh.

Sementara itu, seragam loreng pertama kali dikenakan oleh Tentara di Indonesia adalah pada 5 Oktober 1954 dengan motif loreng macan tutul oleh RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (sekarang Kopassus).

RPKAD memakai motif loreng macan tutul dalam defile, dengan model one pieces, atasan dengan bawahan menyatu.

Namun secara resmi pakaian loreng TNI baru diperkenalkan ke publik pertama kali pada 5 Oktober 1964 saat parade Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata di lapangan parkir Senayan.

Setelah itu muncul seragam TNI dengan motif berbeda seiring perkembangan jaman. Kini motif loreng militer Indonesia memiliki beberapa pola namun tetep didominasi warna hijau. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?