linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: MinyaKita Dijual hingga Rp21 Ribu di Agen, Picu Keresahan Warga
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > MinyaKita Dijual hingga Rp21 Ribu di Agen, Picu Keresahan Warga
News

MinyaKita Dijual hingga Rp21 Ribu di Agen, Picu Keresahan Warga

Andra 27 Maret 2026
Share
waktu baca 2 menit
MinyaKita
Ilustrasi MinyaKita yang dijual di pasar
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Minyak goreng bersubsidi MinyaKita kembali menjadi perhatian publik seiring kenaikan harga minyak di pasaran. Di sejumlah wilayah Provinsi Banten, produk ini ditemukan dijual di tingkat agen dengan harga mencapai Rp21 ribu per liter.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait sistem distribusi yang seharusnya diatur pemerintah melalui Perum Bulog.

Dalam skema resmi, penyaluran MinyaKita dilakukan langsung ke pengecer, bukan melalui perantara seperti agen yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga di tingkat konsumen.

Hasil penelusuran di Kota Serang menunjukkan bahwa beberapa agen kebutuhan pokok menjual MinyaKita di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per liter.

Angka ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari masyarakat, apalagi ketersediaan barang juga tergolong terbatas di pasaran.

Seorang ibu rumah tangga di Kota Serang mengungkapkan kekecewaannya karena harga minyak subsidi dinilai tidak sesuai dengan tujuan awalnya untuk meringankan beban masyarakat.

Harga MinyaKita di Pasaran

Pemerintah daerah pun membenarkan adanya temuan tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, M. Nasir, menyebutkan bahwa praktik penjualan MinyaKita di atas HET terungkap setelah dilakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional di Banten.

Ia menemukan bahwa sebagian pasokan MinyaKita berasal dari luar jalur resmi Bulog dan dijual oleh agen dengan harga Rp18 ribu hingga Rp21 ribu.

Nasir menegaskan bahwa sesuai ketentuan, distribusi MinyaKita hanya boleh dilakukan oleh Bulog langsung kepada pengecer yang telah terdaftar dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam mekanismenya, Bulog menjual produk tersebut sekitar Rp14.500 per kemasan, dengan batas harga jual ke konsumen maksimal Rp15.700.

Ia juga menilai adanya pihak-pihak yang tidak mematuhi aturan turut menyebabkan harga minyak menjadi tidak terkendali. Padahal, program MinyaKita dirancang untuk menjaga stabilitas harga melalui subsidi dari pemerintah.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Kota Serang
Wali Kota Serang Buka Peluang Kerja Sama Investasi Teknologi dengan Kota Weifang
News
Pengelolaan sampah
Percepat Pengelolaan Sampah Jadi Energi, Andra Soni Dorong Solusi Terpadu di Banten
News
Kendaraan
Rekor Baru, 18 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Serang–Panimbang Saat Libur Lebaran
News
Tambang emas ilegal
Polda Banten Amankan Empat Pengelola Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNGHS
News
Pantai Carita
Pantai Carita Dipenuhi Sampah Plastik, Wisatawan Khawatir Gangguan Kulit
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?