linimassa.id – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mendorong Komunitas Kelapa Internasional (ICC) untuk terus mengembangkan industri kelapa yang berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini disampaikan pada pembukaan Sesi Tahunan ke-59/Pertemuan Tingkat Menteri ICC di Bandar Lampung, Selasa (05/12/2023).
Mendag Zulkifli Hasan berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum pertukaran informasi, tetapi juga melahirkan rekomendasi kebijakan inovatif guna memperkuat permintaan produk kelapa di pasar global.
“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang inovatif dan aplikatif untuk meningkatkan permintaan produk kelapa dan turunannya di tingkat global,” kata Mendag Zulkifli Hasan.
Ia menyoroti tantangan harga, produktivitas tanaman, serta kampanye negatif terhadap minyak kelapa yang harus diatasi bersama.
Mendag menekankan pentingnya kolaborasi antara ICC dan pemangku kepentingan industri kelapa. Ia meminta sinergi untuk mendukung penelitian, transfer teknologi, dan program berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani.
“ICC dan seluruh negara anggota perlu memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, transfer teknologi, dan implementasi program sektor kelapa berkelanjutan,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menekankan peran penting komoditas kelapa bagi provinsi ini. Dengan produksi tahunan mencapai 78.571 ton dan distribusi beragam produk ke berbagai negara, Lampung menjadi salah satu penggerak ekspor produk kelapa seperti santan, karbon aktif, kopra, dan minyak kelapa.
Pertemuan ini menjadi panggung strategis untuk menyusun langkah inovatif guna pengembangan industri kelapa yang berkelanjutan, merajut kesejahteraan petani, dan meningkatkan daya saing produk kelapa di pasar global. (AR)


