linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Mengatasi Cegukan, Begini Caranya
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Mengatasi Cegukan, Begini Caranya
Gaya Hidup

Mengatasi Cegukan, Begini Caranya

Hilal Ahmad 20 Juni 2024
Share
waktu baca 4 menit
Cegukan (Foto : Halodoc)
Cegukan (Foto : Halodoc)
SHARE

Linimassa.id – Kondisi ini pernah dialami siapapun dan dimanapun. Ya, cegukan. Ini adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan bunyi ‘hik’ tanpa disengaja. Cegukan dapat terjadi selama beberapa detik atau menit, hingga lebih dari 48 jam.

Contents
PenyebabGejalaFaktor Risiko

Cegukan umum terjadi pada setiap orang, termasuk bayi dan anak-anak. Selain menimbulkan suara ‘hik’, cegukan juga dapat menyebabkan tekanan di dada, perut, dan tenggorokan.

Laman Alodokter menyebut, cegukan umumnya tidak berbahaya. Namun, cegukan yang berlangsung lama bisa menjadi gejala dari penyakit yang berat.

 

Penyebab

Cegukan terjadi ketika otot diafragma berkontraksi tanpa disengaja dan tiba-tiba. Kondisi ini menyebabkan udara masuk terlalu cepat masuk ke dalam paru-paru sehingga katup saluran pernapasan menutup dan menimbulkan suara ‘hik’.

Selain pada orang orang dewasa, cegukan juga cukup sering terjadi pada bayi. Namun, cegukan pada bayi umumnya akan hilang dengan sendirinya.

Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa cegukan pada bayi merupakan hal yang normal dan bagian dari proses tumbuh kembangnya.

Kontraksi otot diafragma yang tiba-tiba, baik yang hanya berlangsung sementara maupun berkepanjangan, dapat dipicu oleh berbagai hal. Cegukan yang bersifat sementara dapat dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

Makan terlalu banyak atau terlalu cepat

Mengonsumsi makanan yang panas dan pedas

- Advertisement -
Ad imageAd image

Mengonsumsi minuman bersoda atau beralkohol

Menelan udara saat mengunyah atau mengisap permen

Menelan terlalu banyak udara (aerophagia)

Mengalami perubahan suhu secara tiba-tiba

Merasa gugup, terlalu bersemangat, atau stres

 

Cegukan yang berlangsung selama lebih dari 2 hari dapat dipicu oleh:

Gangguan sistem pencernaan, seperti gastritis, tukak lambung, pankreatitis, kanker pankreas, kanker lambung, penyakit radang usus, penyumbatan usus, atau hepatitis

Gangguan metabolik, seperti kecanduan alkohol, diabetes, atau gangguan elektrolit

Gangguan ginjal, seperti gagal ginjal kronis

Gangguan saraf, misalnya akibat peradangan pada saluran napas, atau karena adanya tumor atau kista di leher

Gangguan pada otak, seperti stroke hemoragik, radang dan infeksi otak, tumor otak, multiple sclerosis, dan hidrosefalus

Gangguan di rongga dada, misalnya pneumonia, bronkitis, tuberkulosis, asma, cedera pada dada, dan emboli paru

Gangguan jantung, contohnya serangan jantung dan peradangan selaput jantung

Gangguan mental, misalnya gangguan kepribadian, kecemasan, dan stres

Riwayat operasi pada dada atau perut

 

Cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi akibat efek samping penggunaan obat-obatan, di antaranya:

Steroid

Obat bius

Obat penenang, seperti diazepam dan lorazepam

Obat kemoterapi

Methyldopa

Dexamethasone

 

Gejala

Cegukan merupakan gejala yang terkadang dapat disertai dengan tekanan di dada, perut, atau tenggorokan. Cegukan umumnya terjadi selama beberapa menit, tetapi bisa juga lebih lama.

Pada kondisi tertentu, cegukan bisa berlangsung selama lebih dari 2 hari atau bahkan lebih dari 1 bulan. Kondisi ini disebut dengan cegukan berkepanjangan (persisten). Meski jarang terjadi, kondisi ini bisa membuat penderitanya mengalami kelelahan dan stres.

 

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya cegukan:

Jenis kelamin. Laki-laki lebih mungkin untuk mengembangkan cegukan jangka panjang daripada perempuan.

Masalah mental atau emosional. Kecemasan, stres, dan kegembiraan sering dikaitkan dengan beberapa kasus cegukan jangka pendek maupun panjang.

Beberapa orang mengembangkan cegukan setelah menjalani anestesi umum atau setelah prosedur yang melibatkan organ-organ perut. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

DPR RI
Komisi V DPR RI Nilai Kerusakan Tol Jakarta–Merak Picu Kemacetan
News
Polda Banten
Polda Banten Kerahkan 3.973 Personel untuk Pengamanan Mudik Lebaran
News
Tol Serpan
Tol Serpan Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles Dibuka Gratis Mulai Hari Ini untuk Mudik Lebaran 2026
News
Iran
Tim Nasional Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 karena Situasi Politik dan Keamanan
News
PWI Kota Tangsel RTRW
PWi Kota Tangsel Soroti Kali Mati Pada Uji Publik Raperda RTRW 2025-2045
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?