LINIMASSA.ID, TANGSEL – Aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang untuk sementara waktu ditiadakan. Hal tersebut dilakukan setelah adanya perseteruan dua kelompok yang berujung ricuh, Sabtu (22/8/2026) lalu.
Sejumlah petugas kepolisian masih berjaga di sekitar area sekolah hingga, Senin (24/8) siang. Kini orangtua siswa mengaku, khawatir dengan kondisi lingkungan sekolah setelah kawasan pendidikan itu sempat diduduki oleh pihak yang disebut berkaitan dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Salah satu orangtua siswa, Dedi mengatakan, bahwa dirinya bersama sejumlah wali murid sempat mendatangi sekolah untuk mengecek kondisi ruang kelas. Mereka menemukan sejumlah puntung rokok hingga bekas minuman di dalam ruangan.
“Anak saya sekolah di sana, saat ini PJJ. Kemarin orangtua mengecek kelas, banyak puntung rokok didalam kelas,” kata Dedi, Senin, 24 Agustus 2026.
Mereka tidak ingin anak-anak kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar jika ruang kelas belum dipastikan bersih dan layak digunakan.
“Para orangtua nggak mau anaknya sekolah dengan lokasi kelas seperti itu,” ungkapnya.
Dedi berharap persoalan pengelolaan TKIP-SDIP Pamulang tidak berdampak lebih jauh terhadap kegiatan belajar anak-anak. Ia meminta seluruh pihak yang bersengketa mengutamakan kepentingan siswa dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman serta nyaman.
Kata dia, aktivitas sekolah anaknya akan kembali normal pada Rabu, 26 Agustus 2026 mendatang.
“Infonya rabu udah mulai sekolah seperti biasa,” sebutnya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi di kawasan TKIP-SDIP Pamulang yang melibatkan dua kelompok yang diduga berasal dari massa yayasan dan pihak UIN Jakarta pada, Sabtu (22/8/2026). Kelompok massa itu sempat kembali bersitegang lagi pada Senin pagi hingga akhirnya polisi kembali membubarkan paksa.
Situasi kemudian memanas hingga pagar yang terlilit kawat duri roboh. Aparat kepolisian turun tangan untuk mengamankan lokasi dan meredam ketegangan kedua kelompok.

