linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: AI Makin Masuk Dunia Kerja, Fresh Graduate Harus Takut atau Justru Beradaptasi?
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Teknologi > AI Makin Masuk Dunia Kerja, Fresh Graduate Harus Takut atau Justru Beradaptasi?
Teknologi

AI Makin Masuk Dunia Kerja, Fresh Graduate Harus Takut atau Justru Beradaptasi?

Andra
24 Agustus 2026
Share
waktu baca 3 menit
AI
AI Makin menguasai dunia kerja
SHARE

LINIMASSA.ID — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin merambah ke berbagai sektor pekerjaan. Dengan adanya kondisi ini tentunya membuat para fresh graduate menghadapi tantangan baru karena sejumlah tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia kini bisa diambil alih oleh teknologi AI.

Laporan World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025 memperkirakan sekitar 22 persen pekerjaan saat ini akan mengalami perubahan struktural hingga 2030. Sebanyak 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan tercipta, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi terdampak atau tergantikan, sehingga terdapat pertumbuhan bersih sekitar 78 juta pekerjaan.

Pekerjaan yang banyak berisikan tugas rutin menjadi salah satu sektor yang paling terpapar. International Labour Organization (ILO) menyebut pekerjaan administratif dan berbagai pekerjaan berbasis tugas rutin memiliki tingkat paparan GenAI yang tinggi. Namun, dengan paparan AInsaat ini bukan berarti pekerjaan tersebut hilang sepenuhnya karena sebagian besar pekerjaan masih memburu keterlibatan manusia.

Di Indonesia, kelompok pekerja muda juga menghadapi tingkat paparan yang cukup tinggi. ILO mencatat paparan GenAI mencapai 26,1 persen pada pekerja muda berusia 15–24 tahun, dibandingkan 21,1 persen pada pekerja dewasa. Angka tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi.

Bagi Della Puspita, mahasiswa Untirta fakultas FKIP, menilai bahwa kehadiran AI tidak selalu harus dilihat sebagai ancaman, menurutnya fresh graduate perlu memahami teknologi tersebut agar bisa menggunakannya sebagai alat pendukung pekerjaan.

“Menurut saya, fresh graduate tidak harus takut dengan AI. Justru kita harus belajar menggunakannya. AI bisa membantu mencari ide atau mengolah pekerjaan, tetapi hasil akhirnya tetap harus diperiksa dan dipertimbangkan manusia,” ujar Della

AI di Dunia Kerja

Sementara itu, Iksan Septiana, mahasiswa Keperawatan Untirta, melihat kemampuan manusia tetap menjadi keunggulan penting di tengah perkembangan AI. Menurutnya, kreativitas, komunikasi interpersonal, empati, dan kemampuan memahami konteks menjadi keterampilan yang tidak boleh ditinggalkan oleh calon pekerja.

“AI memang bisa membuat pekerjaan lebih cepat, tetapi kemampuan memahami orang lain dan membangun komunikasi tetap penting. Fresh graduate harus punya kemampuan menggunakan AI sekaligus kemampuan yang tidak mudah digantikan teknologi,” kata Oksa Septia

Pandangan tersebut juga sejalan dengan WEF yang memperkirakan keterampilan teknologi seperti AI, big data, dan keamanan siber akan semakin dibutuhkan. Di sisi lain, kemampuan manusia seperti berfikir kreatif, ketahanan, fleksibilitas, kolaborasi serta kepemimpinan juga tetap menjadi keterampilan penting di dunia kerja.

Karena itu, kehadiran AI tidak harus menjadi alasan fresh graduate untuk takut memasuki dunia kerja. Tantangan utamanya justru bagaimana lulusan baru mampu beradaptasi, meningkatkan keterampilan, memahami penggunaan AI secara bertanggung jawab, dan tetap mengembangkan kemampuan manusia yang menjadi nilai tambah di tengah perubahan dunia kerja.

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Pegadaian Pondok Aren
Eks Pengelola Pegadaian Pondok Aren Didakwa Korupsi, Kerugian Capai Rp1,66 Miliar
News
ledakan
Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Dipastikan Bukan Bom, Dua Orang Meninggal Dunia
News
Krakatau Steel
Krakatau Steel Resmi Merger KSI dan KIT, Infrastruktur Jadi Entitas Penerus
News
Narkotika
Narkotika dan Kekerasan Seksual Anak Jadi Perhatian Kejari Lebak, Puluhan Perkara Ditangani
News
KAI
KAI Daop 1 Jakarta Catat Ribuan Barang Tertinggal Senilai Rp4,46 Miliar, Lebih dari 2.000 Telah Dikembalikan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan