linimassa.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan Bank Indonesia, menegaskan komitmen mereka dalam meningkatkan akses perekonomian bagi perempuan.
Hal ini disampaikan dalam perayaan Hari Kartini yang ke-145, yang berlangsung di alun-alun Kabupaten Rembang.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri PPPA Bintang Puspayoga, Deputi Senior Gubernur BI Destry Damayanti, Sekda Jateng Sumarno, Bupati Rembang Abdul Hafidz, dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengakui peran penting perempuan dalam sektor ekonomi, terutama dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dari 64 juta UMKM di Indonesia, sekitar 60 persen dioperasikan dan dimiliki oleh perempuan.
Namun, dia juga menyoroti beragam permasalahan yang dihadapi perempuan, termasuk pendidikan, pengasuhan anak, perkawinan dini, dan kekerasan. Dia menekankan pentingnya sinergi multisektoral untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Hari Kartini menjadi momentum bagi seluruh perempuan Indonesia untuk memperjuangkan apa yang dicita-citakan. Ini selaras dengan aspirasi Kartini tentang pendidikan perempuan dan kesetaraan posisi dengan laki-laki,” ujarnya.
Deputi Senior Gubernur BI Destry Damayanti menyoroti peringkat Indonesia dalam Global Gender Index 2023 yang menempatkannya pada urutan 87.
Meskipun akses pendidikan dan kesehatan bagi perempuan dinilai cukup egaliter, namun akses ekonomi dan partisipasi dalam politik masih kurang.
Bank Indonesia dan dunia perbankan berupaya menyediakan fasilitas likuiditas yang ramah terhadap perempuan untuk mendukung perekonomian mereka.
“Kami di Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian PPPA untuk terus memberdayakan perempuan, untuk Indonesia maju,” tuturnya.
Sekda Jateng Sumarno menekankan pentingnya pendidikan tentang kesehatan bagi perempuan, terutama dalam konteks menghadapi stunting.
Program-program seperti Jo Kawin Bocah dan Gerakan Jogo Konco telah diterapkan di Jawa Tengah untuk mendukung kesiapan perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga.
Pada kesempatan tersebut, juga dicatatkan rekor membatik motif Lasem terbanyak yang diikuti oleh 1.054 peserta dari jenjang SMP, SMA, dan SMK. Rekor ini secara resmi dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
Seperti yang diungkapkan oleh Perwakilan Muri Sri Widayati, rekor ini mencatat sebagai rekor nomor 11.594. (AR)



