LINIMASSA.ID, TANGERANG – Warga Kabupaten Tangerang kini garus bertaruh nyawa saat melintasi Jalan Raya Pasar Kemis. Lubang menganga hingga renggut nyawa para pengendara.
Tercatat, ada 4 nyawa pengendara melayang karena kecelakaan akibat jalan rusak saat melintas di Jalan Raya Pasar Kemis.
Dalam sekira hampir dua pekan terakhir, ada 4 kecelakaan maut yang menewaskan pengendaranya diduga akibat jalan rusak.
Seluruh kecelakaan itu melibatkan pengendara motor, dan kendaraan besar seperti truk molen, dengan korban seluruhnya menimpa pengendara motor.
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pasar Kemis
Pada Minggu 1 Februari 2026, tercatat pengendara wanita berusia 42 tahun tewas setelah jatuh dari motor dan terlindas truk molen saat melintas di Jalan Raya Pasar Kemis depan di PT Victory Chingluh.
Kecelakaan tragis kembali terjadi pada 7 Februari 2026. Seorang pengendara wanita kembali tewas setelah oleng akibat jalan rusak kemudian menabrak dump truk.
Selang empat hari kemudian, pada 11 Februari 2026, pengendara dinyatakan tewas setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk pada malam hari.
Terbaru, siswi SMA kelas 12 tewas setelah terlibat kecelakaan saat hendak menuju ke sekolahnya pada Jumat, 13 Februari 2026.
Diketahui, Jalan Raya Pasar Kemis tersebut menghubungkan pusat kawasan industri Pasar Kemis dengan wilayah Rajeg, sehingga setiap hari lalulintas dipadati pelajar dan pekerja.
Sepanjang jalan juga berdiri berbagai toko, perumahan elit, dan satu perusahaan besar, PT. Victory Chingluh, menjadikan kawasan ini sangat ramai dan berisiko tinggi.
Jalan ini memiliki panjang sekitar 6-8 kilometer dan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Keluh Warga Bahaya di Jalan Pasar Kemis
Warga sekitar, Herni (35) bercerita, jalan itu sudah lama rusak dan mengintai nyawa pengendara yang melintas.
“Setiap hari orang harus berhati-hati, tapi tetap saja kecelakaan terjadi. Kami sangat cemas, terutama anak-anak yang pergi ke sekolah,” katanya kepada wartawan, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, Jalan Raya Pasar Kemis sudah lama tidak tersentuh perbaikan, sehingga membuat kondisinya sekarang banyak berlubang.
“Apalagi kan di jalan ini banyak mobil-mobil besar yang lewat, jadi memang rawan rusak,” katanya.
Keluhan serupa juga diungkapkan pengguna jalan bernama Aini (29). Dirinya mengaku, harus ekstra waspada saat melintas, waspada terhadap jalan rusak dan truk raksasa yang bebas melintas tanpa jam operasional.
“Makanya kalau saya lewat sini harus pelan-pelan banget, soalnya lubangnya juga dalem kan dan susah dilewati, karena hampir setiap bagian jalan itu berlubang,” keluhnya.
Ibu muda anak satu itu berharap, Pemerintah Kabupaten Tangerang tak tutup mata melihat penderitaan warganya yang setiap hari bertaruh nyawa.
“Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Tangerang lihat ini lah. Baru dua minggu udah 4 orang meninggal. Harus nunggu berapa banyak korban lagi sampai jalan ini dibenerin dan truk tonase besar ditertibkan,” pintanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan membenarkan, bahwa jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Ijin itu jalan kabupaten (Tangerang), tapi info ini saya teruskan juga,” ucapnya, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Terpisah, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang masih bungkam ketika dikonfirmasi terkait jalan rusak yang mengancam nyawa warganya itu.
“No ini lagi dipake zoom pak, wa (ke nomor lain) saja,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kabupaten Tangerang, Rijal Ardiwinata, melalui pesan singkat.



