linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Jacana, Burung Tropis Berkaki Banyak
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Jacana, Burung Tropis Berkaki Banyak
Pendidikan

Jacana, Burung Tropis Berkaki Banyak

Hilal Ahmad
26 Juni 2023
Share
waktu baca 3 menit
Jacana, burung tropis yang bisa menggendong anaknya.
Jacana, burung tropis yang bisa menggendong anaknya.
SHARE

linimassa.id – Apa iya burung ini berkaki banyak alias lebih dari dua? Baca sampai selesai ya.

Jacana atau jakana merupakan grup burung tropis pada famili Jacanidae. Mereka dapat ditemui di seluruh dunia di zona tropis. Jacana banyak ditemukan di seluruh Zimbabwe, Mozambik, Namibia Utara dan Botswana Utara. Jumlah Jacana juga berlimpah di daerah Afrika bagian Timur.

Jacana juga dapat diidentifikasi dari kaki dan cakarnya yang besar panjang berwarna abu-abu sehingga membuat mereka dapat berjalan di atas permukaan air dengan melintasi bantalan teratai serta tumbuhan mengapung lainnya.

Jacana dikenal sebagai perenang yang handal. Ia bisa menyelam di bawah air ketika menemui predator.

Jacana Afrika merupakan burung yang hidup di lahan basah air tawar dengan vegetasi terapung. Berkat jari kakinya yang panjang, membuatnya leluasa berjalan di atas permukaan air. Burung ini juga termasuk penyelam yang handal loh. Ia bisa berenang di perairan terbuka untuk mencari makan.

Di balik itu, ada hal unik dari hewan ini. Sang pejantan saat mengasuh anaknya lebih protektif dan sangat melindungi daripada induk betinanya. Ia juga bisa membawa anaknya bersembunyi di bawah sayap sang induk. Dengan menggunakan sayapnya ia bisa mengangkat dan menahan anak-anaknya di bawah sayap mereka.

Hal ini membuat induk burung jacana jadi terlihat seperti punya delapan buah kaki. Padahal induk burung jacana menggendong anaknya, sehingga induknya terlihat punya lebih dari dua kaki.

Berbeda dengan jantan, Jacana betina justru ketika sudah bertelur ia akan berpindah ke jantan berikutnya, sementara Jacana jantan akan mengerami telur tersebut hingga menetas.

Telur Jacana akan diinkubasi dalam jangka waktu 26 hari oleh pejantan. Kemudian setelah menetas ia akan tumbuh menjadi Jacana dewasa sekitar 35 hari.

Makanan yang disukai Jacana Afrika dengan leher dan kepala berwarna putih dan garis mata berwarna hitam menonjol ini terdiri dari serangga, laba-laba, krustasea, moluska dan larva air tawar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Jacana Afrika tidak bermigrasi, mereka relatif nomaden dan sering mencari habitat baru terutama selama periode kekeringan

Jacana diyakini hanya memiliki harapan hidup antara 5 hingga 10 tahun. Seperti semua anggota keluarga Jacana, burung ini tidak terlalu pandai terbang dan hanya mampu terbang dalam jarak pendek.

Pemangsa telur dan anakan Jacana Afrika adalah berang-berang tanpa cakar dan kuda nil. Mereka sering dimangsa sehingga kelangsungan hidupnya bergantung pada induk dalam menghasilkan telur. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

ruas jalan
Pemprov Banten Ajukan 50 Ruas Jalan untuk Program Inpres Jalan Daerah 2026
News
Pemkot Serang
Pemkot Serang Mulai Salurkan TPP 13 untuk ASN
News
Banten
Banten Masuk Zona Rawan Perdagangan dan Penyelundupan Satwa Liar
News
Bupati Tangerang Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Bupati Tangerang Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pemerintahan
Parkir liar di Jalan HOS Cokroaminoto Larangan Tangerang
Angkot Parkir Liar di Jalan HOS Cokroaminoto Larangan Tangerang ‘Diusir’, Sebabkan Kemacetan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan