linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Indonesia Rencanakan Impor Beras dari Thailand Sebanyak 2 Juta Ton
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Bisnis > Indonesia Rencanakan Impor Beras dari Thailand Sebanyak 2 Juta Ton
Bisnis

Indonesia Rencanakan Impor Beras dari Thailand Sebanyak 2 Juta Ton

Arief
19 Februari 2024
Share
waktu baca 2 menit
Indonesia Impor Beras dari Thailand
Indonesia Impor Beras dari Thailand
SHARE

linimassa.id – Indonesia berencana mengimpor beras asal Thailand sebanyak dua juta ton jika produksi dalam negeri kurang mencukupi. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy, yang menyebut rencana impor tersebut sebagai langkah antisipasi untuk menanggulangi harga bahan pokok yang melambung.

Contents
Penyebab Tingginya Harga BerasTidak Ada Hubungan dengan Waktu RamadhanTidak Ada Potensi Penimbunan BerasFaktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Beras

“Tahun lalu 2,8 juta ton, tahun ini rencananya 2 juta ton, tetapi kalau misalnya produksi dalam negeri cukup berarti impor itu tidak jadi,” ujar Sarwo dalam keterangan di Bandung, Minggu (18/2/2024), dilansir dari Antara.

Penyebab Tingginya Harga Beras

Sarwo menjelaskan bahwa tingginya harga beras di pasaran dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh peningkatan ongkos produksi dan dampak El Nino 2023 yang membuat waktu tanam mundur.

“Pertama, memang ongkos produksinya naik, di pupuknya naik, kemarin dampak dari El Nino kekeringan, kemudian air juga kurang, panennya itu berkurang, sehingga hasilnya berkurang, otomatis harga naik,” tuturnya.

Tidak Ada Hubungan dengan Waktu Ramadhan

Sarwo menepis isu bahwa kenaikan harga beras berhubungan dengan waktu menjelang Ramadhan. Menurutnya, kenaikan harga beras terjadi karena adanya dampak El Nino yang mempengaruhi waktu tanam dan panen.

Tidak Ada Potensi Penimbunan Beras

Sarwo membantah isu potensi penimbunan beras karena harga sedang tinggi. Ia berharap bahwa harga beras akan kembali normal dalam waktu dekat.

“Sampai saat ini belum. Jadi masih berjalan normal, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa normal,” ucapnya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Beras

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan harga beras di pasaran disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia.

“Ini masalah distribusi terganggu karena banjir, di Demak kemarin misalnya seperti itu,” kata Jokowi.

Dengan rencana impor beras dari Thailand dan upaya lainnya, pemerintah berharap dapat mengendalikan kenaikan harga beras dan memastikan pasokan bahan pokok yang mencukupi bagi masyarakat. (AR)

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

WNA
756 WNA Urus Surat Keterangan Tempat Tinggal di Kabupaten Serang
News
Buruh di Banten
Buruh di Banten Rentan Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
News
Tambang di Gunung Pinang
ESDM Banten Tegaskan Aktivitas Tambang di Gunung Pinang Tidak Mengantongi Izin
News
Gunung Gedor Kota Serang
Wisata Gunung Gedor Kota Serang Masih Kekurangan Listrik, Air Bersih, dan Fasilitas MCK
News
Sawah di Kabupaten Serang
793,5 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan, 68 Hektare Gagal Panen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan