linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Fenomena Throning: Tren Pacaran di Kalangan Gen Z di Tahun 2024
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Fenomena Throning: Tren Pacaran di Kalangan Gen Z di Tahun 2024
Gaya Hidup

Fenomena Throning: Tren Pacaran di Kalangan Gen Z di Tahun 2024

Andra
27 Desember 2024
Share
waktu baca 2 menit
throning
tren throning di kalangan Gen Z
SHARE

LINIMASSA.ID – Fenomena yang dikenal sebagai throning di tahun 2024, merupakan munculnya berbagai tren baru di dunia kencan.

Istilah ini menjadi sorotan setelah muncul dalam laporan Google Trends sebagai salah satu pencarian paling populer di kalangan Generasi Z (Gen Z).

Mari kita eksplor lebih lanjut tentang apa itu takhta dan pemaknaannya dalam hubungan romantis saat ini. Apa Itu Throning?

Throning Merujuk pada perilaku dalam kencan di mana seseorang mencari pasangan yang memiliki status sosial lebih tinggi atau pengaruh besar.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan citra diri mereka sendiri. Dalam konteks ini, “tahta” melambangkan kekuasaan atau pengaruh yang dimiliki oleh pasangan yang diincar.

Fenomena throning ini sering kali berkaitan dengan masalah harga diri dan kebutuhan akan validasi sosial, di mana individu merasa lebih bernilai ketika menjalin hubungan dengan orang yang dianggap berkelas atau berkuasa.

Dibandingkan dengan istilah sebelumnya, istilah seperti “gold digger” digunakan untuk menggambarkan hubungan yang berdasarkan motif finansial. Namun, tahta memperluas cakupan tersebut. Kini, motivasi tidak hanya terbatas pada uang, tetapi juga mencakup kekuasaan , popularitas , dan pengaruh sosial.

Dengan demikian, individu yang terlibat dalam penobatan tidak hanya ingin “menggali emas”, tetapi juga ingin mendapatkan “singgasana” untuk memperoleh kekuasaan dan pengakuan.

Meskipun tahta menarik perhatian, fenomena ini juga memiliki sisi gelap. Tekanan untuk mempertahankan citra ideal di mata masyarakat dapat mempengaruhi kesehatan mental individu yang merasa harus terus membuktikan dirinya.

Dikutip dari NDTV Profit, psikolog Divyanshi Prabhakar mengungkapkan betapa pentingnya mengenali nilai diri yang tidak bergantung pada persepsi orang lain. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas rasa hormat, nilai bersama, dan koneksi emosional yang autentik, bukan sekadar status sosial.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Throning menjadi salah satu tren pacaran yang mencerminkan dinamika hubungan di era digital saat ini, terutama di kalangan Gen Z. Meskipun menawarkan peluang untuk meningkatkan status sosial, penting bagi individu untuk tetap fokus pada nilai-nilai inti dalam hubungan, seperti rasa hormat dan koneksi emosional yang mendalam.

Dengan memahami tren ini, kita dapat lebih bijaksana dalam menjalin hubungan yang bermakna dan sehat di masa depan.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

HMI Komipam
Djuhardi Hakim Siap Perkuat Kaderisasi dan Soliditas HMI Komipam
Pendidikan
Bus Sekolah gratis di Tangsel
Apresiasi Bus Sekolah Gratis di Tangsel, Orangtua Anak Disabilitas Bisa Hemat Rp150 Ribu Perhari
Pemerintahan
SMP Negeri Kota Serang
Pemkot Serang Bangun 4 SMP Negeri Baru untuk Perluas Akses Pendidikan
News
Kekeringan di Setu Tangsel
Kekeringan di Tangsel, 2 RW di Keranggan Setu Andalkan Bantuan Air Bersih
News
Kekeringan di Banten
415 Titik Rawan Kekeringan di Banten, El Nino Diperkirakan Memuncak
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan