linimassa.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memicu kontroversi dalam pidatonya di depan partai berkuasa dengan menuduh Israel sebagai negara teroris. Alasannya, Israel dituduh melancarkan taktik pemusnahan terhadap warga sipil dalam konflik dengan kelompok pejuang Hamas.
Erdogan tidak hanya menuding, tetapi juga berjanji untuk mengambil langkah-langkah hukum. Ia menyatakan akan memastikan para pemimpin politik dan militer Israel diadili di pengadilan internasional atas tindakan brutal mereka di Gaza.
“Israel menerapkan strategi pemusnahan total terhadap sebuah kota dan penduduknya. Saya mengatakan dengan sangat jelas dan terus terang bahwa Israel adalah negara teroris,” ujar Erdogan dalam The Economic Times.
Erdogan juga menuduh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam Gaza dengan bom nuklir. Dalam tanggapannya, Erdogan menyatakan bahwa Netanyahu, yang memiliki bom nuklir, akan menghadapi akhir yang dekat.
Netanyahu merespons tudingan Erdogan dengan menuduhnya mendukung ‘negara teror Hamas’. Netanyahu menyoroti serangan teror yang diduga dilakukan oleh Hamas ke desa-desa.
Tuduhan Erdogan terhadap Israel bukan yang pertama kali. Pada Desember 2017, Erdogan menyebut Israel sebagai negara teroris sebagai respons terhadap pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibukota negara Israel.
“Palestina adalah korban yang tidak bersalah… Sedangkan Israel adalah negara teroris, ya, teroris!. Kami tidak akan meninggalkan Yerusalem di bawah belas kasihan negara yang membunuh anak-anak,” ujar Erdogan dalam pidatonya di pusat kota Sivas, dilansir dari Arab News. (AR)


