LINIMASSA.ID, TANGERANG – Respon tak terduga ditunjukkan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat ditanyai wartawan terkait penanganan Jalan rusak di Pasar Kemis yang memakan korban jiwa.
Diketahui, dalam Februari ini ada empat kejadian kecelakaan yang membuat nyawa pengendara melayang akibat jalan rusak di Pasar Kemis Kabupaten Tangerang.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang Ipda Purbawa kepada wartawan beberapa waktu lalu bilang, menjelaskan soal penyebab kecelakaan tersebut.
“Penyebabnya berbeda-beda, ada yang human eror dan ada juga kejadian yang TKP-nya dekat jalan rusak, adanya jalan rusak juga bisa menjadi faktor penyebab, kami akan koordinasi dengan instansi terkait,” katanya dikutip Senin, 16 Ferbruari 2026.
Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyatakan, bahwa jalan rusak di Pasar Kemis itu sudah diperbaiki.
“Sudah diperbaiki,” katanya singkat.
Maesyal mengungkapkan, perbaikan jalan rusak itu menggunakan anggaran pemeliharaan.
“Nanti ditindaklanjuti anggaran berikutnya,” ungkapnya sambil mengacungkan ibu jari atau jempol tanda ‘oke’.
Tetapi, pantauan wartawan pada jalan rusak di Pasar Kemis itu seolah membantah pernyataan Bupati Tangerang. Pasalnya masih ditemukan jalan rusak.
Di sejumlah titik sepanjang jalan raya yang menghubungkan tiga wilayah yakni Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, dan Rajeg itu kerusakan jalan masih terlihat jelas.
Lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi masih menganga di badan jalan dan berpotensi membahayakan pengendara.
Bahkan, perbaikan yang diklaim telah dilakukan nyaris tidak terlihat secara signifikan.
Beberapa titik hanya tampak tambalan tipis yang tidak merata, sementara di bagian lain kerusakan dibiarkan tanpa penanganan.
Sejumlah warga sekitar mengaku heran dengan pernyataan tersebut.
“Kami tiap hari lewat sini, masih banyak lubang. Kalau hujan malah tidak kelihatan karena tertutup air,” ujar Fitri (33), salah satu pengguna jalan.
Ia pun berharap, pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, guna mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.
“Pengennya beneran diperbaiki, bukan cuma ditambal doang. Apalagi tambalannya ini tidak rata, masih banyak lubang,” harapnya.



