linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Cempedak, Buah Beraroma Khas Asal Indonesia
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Cempedak, Buah Beraroma Khas Asal Indonesia
Gaya Hidup

Cempedak, Buah Beraroma Khas Asal Indonesia

Hilal Ahmad 20 Desember 2023
Share
waktu baca 4 menit
Cempedak. (Foto : Orami)
Cempedak. (Foto : Orami)
SHARE

linimassa.id – Masih kerabat dengan cangka, cempedak adalah salah satu buah asli asal Indonesia yang cukup terkenal luas di kalangan masyarakat.

Contents
TumbuhHasil dan Kegunaan

Buah  ini mirip dengan buah nangka, Karena cempedak masih satu family dengan buah nangka, buah ini memiliki bau yang sangat menusuk seperti buah durian.

Buah Cempedak berbentuk bulat panjang, berwarna kehijauan, kekuningan hingga kecoklatan. Kulit cempedak tidak setebal kulit nangka, namun buah ini memiliki tekstur kasar tetapi tidak sekasar buah nangka.

Daging buahnya tipis dan lebih berserat dibandingkan buah nangka warnanya daging buahnya lebih kuning pekat. Sama seperti buah nangka, biji cempedak juga bisa dimakan setelah direbus.

 

Tumbuh

Tumbuh baik di sekitar dataran rendah dengan ketinggian 1.000 mdpl, cempedak banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Sulawesi, papua dan kalimantan. Buah Cempedak dapat diolah menjadi berbagai macam olahan makanan, bahkan bisa dimakan secara langsung bila sudah matang.

Di beberapa daerah di Indonesia, disebut dengan beberapa nama lokal seperti nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), cubadak hutan (Minangkabau), tiwadak (Banjar), nanakan (bahasa Ma’anyan), chămpădak (Malayu), towada (Ternate), anahan (Ambon), bangkong (cempedak hutan, bentuk liar di Malaysia), baroh (Kep. Lingga dan Johor), dan lain-lain. Sedangkan dalam bahasa Inggris, cempedak dikenal sebagai Chempedak atau Champedak.

Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, dan menyebar luas mulai dari wilayah Tenasserim di Burma, Malaysia, Thailand, dan sebagian Kepulauan Nusantara: Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Juga banyak didapati di Jawa bagian barat.

Olahan cempedak antara lain, selai, cempedak goreng (keripik), serta campuran kolak. Dengan kandungan  Vitamin A, Vitamin C, Enzim, Bioflavanoid, dan Ascobic Acid, cempedak memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan.

Antara lain menjaga kesehatan pencernaan, menjaga kesehatan tulang dan gigi, menjaga kesehatan mata, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, dan banyak lagi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Namun jika terlalu banyak mengonsumsi buah cempedak bisa memiliki beberapa efek samping yaitu  mengandung Ascobic Acid disarankan untuk  tidak dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan karena dapat membuat gas di dalam lambung. Khususnya untuk penderita sakit maag, buah ini dapat memicu penyakit tersebut kumat.

 

Hasil dan Kegunaan

Buah dimakan dalam keadaan segar atau diolah terlebih dulu. Daging buah cempedak, kadang-kadang beserta bijinya sekali, diberi tepung, gula atau garam, dan digoreng, dijadikan camilan minum teh atau kopi.

Bijinya dapat digoreng, direbus atau dibakar, sebelum dimakan dengan campuran sedikit garam. Buah mudanya, sebagaimana nangka muda, dapat dijadikan sayur.

Kayunya berkualitas baik, kuat, dan awet, sehingga kerap digunakan sebagai kayu bangunan, bahan perabotan rumah, atau bahan perahu. Kulit kayunya yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali, dan getahnya untuk memukat burung. Dari kayunya juga dapat dihasilkan bahan pewarna kuning.

Di Kalimantan, selain dikonsumsi daging buah dan bijinya, kulitnya pun dapat diolah menjadi makanan. Kulit buah ini biasanya dikonsumsi masyarakat luas sebagai salah satu lauk dengan diolah secara dimasak tumis atau digoreng yang dinamakan mandai atau ada juga yang menyebutnya dami.

Mandai dibuat dengan cara mengupas kulit buah sampai terlihat putih kemudian direndam dengan air garam untuk mengawetkan dan melunakkan teksturnya. Rendaman dapat dilakukan selama beberapa jam bahkan hingga sebulan. Mandai biasanya dikonsumsi dengan menggorengnya hingga kecokelatan. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?