linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Cari Tahu Supersemar, Surat Perintah Sebelas Maret
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Cari Tahu Supersemar, Surat Perintah Sebelas Maret
Pendidikan

Cari Tahu Supersemar, Surat Perintah Sebelas Maret

Hilal Ahmad
11 Maret 2024
Share
waktu baca 3 menit
Supersemar (Foto : Suara Merdeka)
Supersemar (Foto : Suara Merdeka)
SHARE

linimassa.id – Supersemar adalah singkatan dari Super Perintah 11 Maret 1966. Surat perintah ini dikeluarkan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno kepada Letjen Soeharto. Surat ini berisi perintah terkait situasi keamanan pemerintahan Indonesia kala itu.

Contents
Isi SuratPeralihan

Dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 ini setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Mengutip dari Modul Kemdikbud, Usai penumpasan G-30-S/PKI, situasi politik di pemerintahan masih belum stabil sepenuhnya.

Kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Soekarno saat itu semakin menurun. Dan di saat bersamaan, Indonesia menghadapi situasi ekonomi yang terus memburuk. Lalu pada tanggal 12 Januari 1966 pelajar, mahasiswa, dan masyarakat mengajukan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Trikora tersebut berisikan tuntutan untuk bubarkan PKI, bersihkan Kabinet Dwikora, dan turunkan harga. Selanjutnya guna menanggapi tuntutan tersebut sekaligus untuk memulihkan situasi politik dan keamanan negara, diterbitkanlah Supersemar.

Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam rangka memulihkan keamanan dan kewibawaan pemerintah. Surat ini dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret, atau SP 11 Maret, atau Supersemar.

 

Isi Surat

Laman Modul Kemdikbud menyebut, isi surat ini adalah pemberian mandat kepada Letjen Soeharto selaku Panglima Angkatan Darat dan Pangkopkamtib untuk memulihkan keadaan dan kewibawaan pemerintah. Tujuan Supersemar yaitu Soekarno memerintahkan Soeharto untuk melakukan tiga poin.

Adapun 3 isi surat ini adalah sebagai berikut:

Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terdjaminnja keamanan dan ketenangan, serta kestabilan djalannja pemerintahan dan djalannja Revolusi, serta mendjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris M.P.R.S. demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala adjaran Pemimpin Besar Revolusi.

Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknja.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Supaja melaporkan segala sesuatu jang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung-djawabnja seperti tersebut diatas.

Setelah menerima Supersemar, dalam rangka memulihkan keamanan, ketenangan, dan stabilitas pemerintahan, Letjen Soeharto membubarkan dan melarang PKI beserta ormas-ormas yang bernaung atau senada dengannya di seluruh Indonesia, pada tanggal 12 Maret 1966.

 

Dikeluarkannya Supersemar dianggap sebagai tonggak lahirnya pemerintahan Orde Baru. Puncaknya, pada Sidang Istimewa MPRS tanggal 7-12 Maret 1967 di Jakarta, MPR secara resmi mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-2.

 

Peralihan

Supersemar adalah surat yang menjadi penanda peralihan kepemimpinan nasional dari pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru. Isi Supersemar yakni perintah terkait situasi keamanan pemerintahan Indonesia kala itu.

Setelah menerima Supersemar, pada 12 Maret 1966 Letjen Soeharto membubarkan dan melarang PKI beserta ormas-ormas yang bernaung atau senada dengannya di seluruh Indonesia.

Supersemar dianggap sebagai tonggak lahirnya pemerintahan Orde Baru. Pada Sidang Istimewa MPRS tanggal 7-12 Maret 1967 di Jakarta, MPR secara resmi mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia kedua.

Hingga kini, setiap tanggal 11 Maret diperingati sebagai Hari Supersemar. Hari ini diperingati sebagai kelahiran Supersemar yang merupakan bagian dari sejarah Indonesia. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Ledakan di Pasar CImanggis Ciputat
Ledakan Dahsyat Gudang MBG di Pasar Cimanggis Tangsel
News
Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat
PMI Kota Tangsel Terjunkan Relawan Bantu Korban Ledakan di Pasar Manggis Ciputat
News
kontrakan
Rumah Kontrakan di Cilegon Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta
News
Serpong Lagoon
146 Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Air PAM Perumahan Diduga Tercemar
News
PKL
Usai Didemo PKL, Pemkot Cilegon Siapkan Lahan Relokasi 2.000 Meter Persegi di Bonakarta
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan