linimassa.id – Masyarakat Indonesia terbiasa dengan bubur. Makanan satu ini akrab dikonsumsi sebagai sarapan bahkan makanan orang sakit. Saking akrabnya, muncul sinetron berjudul Tukang Bubur Naik Haji dan Tukang Bubur Pengen Naik Haji.
Dalam dunia kuliner, bubur adalah jenis makanan yang dimasak dengan cara merebus bahannya sampai menjadi sangat lunak.
Istilah bubur, jika tanpa disebutkan keterangannya, biasanya merujuk pada bubur beras yang dimasak secara sederhana, beras dicuci, dimasukkan ke dalam air yang mendidih, diaduk sampai air mendidih lagi dan berasnya menjadi lunak.
Untuk memberi rasa pada bubur, bisa ditambahkan santan kelapa atau parutan kelapa, dan dibuat sesuai selera kekentalannya.
Istilah ini biasa dipakai dalam dunia boga, seperti pada bubur ayam, bubur ketan hitam, atau bubur kacang hijau, bubur ketan.
Istilah bubur juga dipakai dalam bidang lain, pertanian atau biologi misalnya, yaitu bubur bordo (bubur bubur bordeaux): fungisida campuran antara sulfat tembaga (kuprihidroksida) dan kapur (kalium-sulfat), biasanya dicemprotkan pada tanaman yang diserang hama.
Jenis
Di Sulawesi terdapat bubur tinutuan atau bubur manado yang dibuat dari beras diberi bumbu: garam, daun salam, sereh, daun kemangi, dan ditambah jagung dan ubi merah.
Bubur kanji, bubur beras, bubur nasi atau kadang hanya disebut bubur adalah sejenis hidangan bubur yang dibuat dari beras yang dimasak dengan sejumlah air yang cukup banyak.
Hidangan ini populer di sejumlah negara-negara Asia. Bubur kanji ini biasanya dijadikan makanan pokok pengganti nasi. Karena rasanya tawar, biasanya hidangan ini disajikan dengan hidangan pendamping, bumbu, dan saus penambah rasa; misalnya menambahkan suiran daging ayam yaitu sebagai bubur ayam, daging, atau ikan. Kecap asin, garam, merica, kecap manis, dan kadang kaldu ayam ditambahkan untuk menambah citarasa bubur kanji.
Nama bubur kanji dapat beraneka ragam sesuai variasi resep dan bahannya. Meskipun resepnya berbeda-beda, istilah bubur kanji biasanya merujuk pada adonan bubur berwarna putih yang dihasilkan dari merebus beras dalam waktu yang relatif lama.
Jika beras direbus di dalam air yang banyak dalam kurun waktu yang lama di atas api, maka lapisan kulit ari pelapis butiran beras akan luruh, maka butiran beras luruh menjadi bubur.
Jenis bubur berdasarkan bahan pembuatnya ada bubur ayam, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur candil, bubur sumsum.
Berdasarkan daerah asalnya, jenis bubur ada bubur Manado, bubur Pontianak, bubur ayam Tegal, dan bubur Madura.
Korea
Ternyat Korea juga punya bubur khas Bernama Juk. Ini terbuat dari bahan palawija seperti beras, kacang kedelai, dan kacang tanah dan wijen yang direbus.
Bahan-bahan tambahan untuk isi juk antara lain abalon, ayam, kacang pinus, sayuran, ginseng dan ikan.
Orang Korea menikmati juk selagi hangat, terutama di pagi hari sebagai ganti nasi.[3] Juk baik untuk pencernaan karena teksturnya lembut.
Tradisi memasak juk sudah lama dipraktikkan orang Korea, namun resep masakannya baru tertulis pada zaman Dinasti Joseon (1397-1910).
Orang-orang pada masa Joseon menyajikan juk untuk orang tua di pagi hari di istana dan rumah-rumah rakyat biasa. Pada musim dingin khususnya pada hari dongji (titik balik musim dingin), juk dimasak bersama kacang merah yang dipercaya dapat mengusir arwah jahat yang membenci warna merah.
Bubur Lemu Khas Solo
Bubur lemu, bubur khas Jawa Tengah yang sudah populer dan kerap hadir ketika bulan puasa tiba. Biasanya tersaji ketika waktu berbuka untuk membantu melegakan lapar dan mengembalikan tenaga setelah berpuasa seharian. Tradisi ini masih bertahan hingga sekarang.
Masyarakat memilih bubur lemu sebagai sajian berbuka puasa rutin karena beberapa sebab. Pertama, karena teksturnya lembut sehingga mudah untuk menelannya. Kedua adalah mengenyangkan, karena bubur ini terbuat dari tepung beras.
Penampilan bubur lemu juga khas, berwarna putih lembut kemudian terdapat balutan saus aren kecokelatan. Aromanya juga khas, aroma daun pandan yang wangi dan menggugah selera.
Soal rasa, bubur lemu umumnya didominasi rasa manis dan harum, yang tercipta dari perpaduan antara gula aren serta daun pandan. Buburnya sendiri rasanya lembut dan sedikit hambar, namun bila memakannya bersama saus, rasanya jadi sempurna.
Bubur Kampiun Khas Minangkabau
Perpaduan berbagai jenis bubur, itulah persepsi ketika pertama kali melihat sajian Minangkabau ini. Kamu akan banyak menemukannya di pasar atau penjual keliling ketika pagi hari atau sore hari. Makanan satu ini sudah seperti jajanan yang wajib dicicipi.
Mengenai isian atau campurannya sendiri, sangat beragam, bergantung keterampilan dan ketersediaan bahan orang yang menyajikan. Namun normalnya, isiannya adalah bubur ketan putih, ketan hitam, sumsum, bubur kacang hijau, conde, dan kolak pisang.
Perpaduan komponennya yang cenderung manis serta legit, membuat bubur kampiun memiliki julukan bubur manis Indonesia. Meskipun rasanya manis, tidak bikin eneg, dan nyaman kamu konsumsi sehari-hari.
Bahkan kandungan gizinya juga sangat bagus karena kaya karbohidrat dan protein, sehingga mengenyangkan. Total kalorinya sendiri juga tidak besar, hanya sekitar 180-250 per porsi sajinya. Jadi, tidak bikin berat badanmu cepat naik.
Bubur Merah Putih Tradisi Selamatan Jawa
Perpaduan warna merah dan putih di lautan santan pada bubur ini membuatnya terkenal sebagai sebutan bubur merah putih. Perbedaan warna ini terjadi bukan karena bahan pembuatnya berbeda, namun karena campurannya yang berbeda.
Bubur warna putih terbuat dari ketan polos tanpa pewarna alami, sementara bubur merah terbuat dari ketan putih yang diberi campuran gula aren. Warna merah gula aren akan meresap ke bubur ketan putih, sehingga memberikannya warna merah kecokelatan..
Keduanya tersaji ketika ada acara selamatan Jawa, seperti suroan, perayaan ulang tahun, musim panen, atau kelahiran bayi. Tujuan dari penyajian tersebut adalah menunjukkan bentuk syukur kepada Tuhan serta berbagi kenikmatan dengan tetangga sekitar.
Cita rasanya cenderung manis, namun teksturnya agak sedikit berbulir karena bahannya dari ketan putih. Aromanya wangi pandan, sehingga menggugah selera makan. Bubur ini enak tersaji baik ketika masih hangat atau sudah dingin, sehingga fleksibel sekali.
Bubur Ayam Cianjur
Masing-masing daerah tentu punya variasi bubur ayamnya sendiri. Misalnya saja Kota Cianjur yang terkenal dengan bubur dari olahan nasi halus dengan taburan ayam suwir di atasnya. Topping dan bumbu bubur ayam Cianjur ini memiliki ciri khas tersendiri.
Ayam dari bubur Cianjur ini bukan ayam suwir seperti bubur kebanyakan, tetapi melalui proses pengolahan tertentu. Orang Cianjur menyebutnya sebagai ayam pais. Proses pembuatannya adalah menumis ayam dengan kunyit, daun bawang, bawang merah dan putih, serta usus ayam.
Satu sajian bubur ayam Cianjur akan terdiri dari nasi lembut, ayam pais, kerupuk, ati/ampela, kacang, dan bawang goreng. Rasanya gurih dan sedap, apalagi ayam paisnya, nikmat tiada tara. Buat kamu yang suka pedas, juga bisa menambahkan sambal.
Berbeda dengan beragam jenis bubur lainnya yang hanya tersaji ketika momen-momen tertentu, bubur ayam Cianjur hampir bisa kamu temui setiap saat. Mulai dari pagi hari, siang hari, hingga malam hari, pasti ada saja orang yang berjualan bubur ayam ini.
Bubur Sumsum Khas Jawa
Secara kenampakan, bubur sumsum mirip seperti bubur lemu, yaitu berwarna putih dengan tekstur lembut dan siraman saus gula aren. Versi paling sederhananya demikian, namun beberapa varian menambahkan topping lain sebagai pemanis, seperti candil.
Keunikan bubur sumsum makanan khas daerah Jawa adalah aromanya yang harum dan menggoda. Perpaduan antara aroma pandan wangi dan nangka, sehingga menghasilkan cita rasa manis dan harum yang tak terlupakan.
Penyajiannya cukup sederhana, yaitu menggunakan mangkuk kecil kemudian ada siraman saus gula aren ketika hendak disantap. Keunikan lainnya adalah cita rasa khas buburnya. Meskipun tanpa saus gula aren, buburnya sendiri memiliki aroma dan rasa sedikit manis dan harum.
Ketika bercampur dengan sausnya, rasa manisnya akan menguat tetapi tidak eneg. Aroma harumnya membuat rasa manisnya tertahan, tetapi tetap nikmat. Selain rasanya yang lezat, ternyata semangkuk bubur sumsum juga sangat mengenyangkan, cocok untuk sajian berbuka puasa.
Bubur Tinutuan Khas Manado
Perpaduan nasi, sayuran, dan lauk yang telah halus serta lembut adalah ciri khas bubur Manado. Bubur tersebut lebih terkenal dengan sebutan bubur Tinutuan oleh masyarakat sekitar. Cocok untuk sajian ketika sarapan atau pengganti makanan berat.
Bubur Tinutuan memiliki campuran khas, seperti nasi halus, sayuran halus (biasanya memakai kangkung, kemangi, atau jagung). Pelengkap atau lauknya biasanya cukup beragam, namun paling sering orang Manado menikmati buburnya dengan ikan tongkol atau ikan asin.
Apabila suka pedas, biasanya penduduk lokal mencampurnya dengan sambal dabu-dabu, yaitu sambal khas Sulawesi. Komposisinya mirip seperti sambal matah, hanya saja perbedaannya sambal dabu-dabu menambahkan tomat dan menggunakan jeruk nipis. Ini membuat cita rasanya lebih manis, dengan sedikit rasa masam.
Bubur Jewawut Khas Bengkulu
Bubur biasanya menggunakan bahan dari tepung beras atau padi. Namun berbeda dengan hidangan khas Bengkulu ini, di mana buburnya menggunakan bahan jewawut, yaitu semacam biji-bijian berbentuk bulat dan berwarna kuning oranye.
Jewawut ini kaya akan karbohidrat, protein, serat, dan beragam vitamin, sehingga menjadi alternatif bahan terbaik pengganti beras. Untuk menjadikan jewawut sebagai bubur, biasanya harus melewati proses pengolahan dan melembutkan terlebih dahulu.
Bubur jewawut sendiri terjadi bersama campuran saus gula aren dan santan. Rasanya manis, gurih, nikmat, dan mengenyangkan. Biasanya banyak tersaji ketika bulan puasa tiba untuk membantu memulihkan tenaga dengan cepat.
Karena bubur ini terbuat dari biji jewawut, teksturnya sedikit berbulir, mirip seperti bubur kacang hijau. Namun asalkan proses mengolahnya tepat, meskipun berpulir, rasanya sangat lembut di lidah. Ini membuat kamu lebih mudah menikmati kelezatannya.
Seru sepertinya untuk wisata kuliner keliling Indonesia dan menikmati sajian bubur khas Indonesia dari berbagai kota ini? Kalau ingin pergi wisata kuliner ke berbagai daerah di Indonesia, jangan lupa pesan tiket pesawat di Traveloka, ya. Jangan sampai kamu melewatkan penawaran menarik yang sedang berlangsung. (Hilal)



