SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan keyakinan tinggi dalam upaya pencalonan sebagai tuan rumah PON 2032 bersama Provinsi Lampung.
Banten mengandalkan dua kekuatan utama untuk meyakinkan tim penilai dan pemilik suara, yakni kesiapan infrastruktur berstandar internasional serta kemudahan akses bagi seluruh kontingen peserta.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten, Ahmad Syaukani, menyatakan, terkait PON 2032, daerahnya tidak perlu menggelontorkan anggaran besar untuk membangun stadion utama baru.
Keberadaan Banten International Stadium (BIS) dinilai telah memenuhi syarat untuk menggelar ajang olahraga terbesar di Tanah Air tersebut.
“Dari sisi sarana dan prasarana, kita sangat siap jadi tuan rumah PON 2032. Tidak perlu lagi membangun stadion baru. Hampir semua cabang olahraga sudah memiliki fasilitas yang memadai, khususnya di wilayah Tangerang yang infrastrukturnya lengkap dan berstandar internasional,” ujar Syaukani, Selasa 10 Februari 2026.
Selain kesiapan venue, Banten juga menawarkan kemudahan dari sisi transportasi dan logistik. Letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi nilai tambah tersendiri.
Kesiapan Tuan Rumah PON 2032
Menurut Syaukani, terkait tuan rumah PON 2032, banyak kontingen dari wilayah timur maupun barat Indonesia harus transit terlebih dahulu jika menuju provinsi lain.
Sementara di Banten, akses penerbangan langsung lebih mudah dijangkau sehingga dapat menekan biaya perjalanan.
“Keunggulan kami ada pada akses udara, darat, dan laut yang terintegrasi. Jika di daerah lain harus transit ke Jakarta terlebih dahulu, di sini cukup satu kali penerbangan sudah sampai. Ini tentu lebih efisien dari sisi biaya bagi setiap provinsi peserta,” jelasnya.
Kesiapan tuan rumah PON 2032 tersebut juga disebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum KONI Pusat yang menilai kondisi Banten International Stadium sudah layak digunakan tanpa membutuhkan renovasi besar.



