LINIMASSA.ID, TANGSEL – Kebakaran lahan kosong di depan Kantor Wali Kota Tangsel dipastikan padam setelah petugas melakukan penanganan lanjutan pada hari kedua, Selasa (3/11/2026).
Setelah penanganan kebakaran, Satpol PP Tangsel mengambil tindakan terhadap bangunan bedeng yang berada di lahan tersebut.
Petugas memasang garis pembatas berwarna kuning, kemudian menyegel dan membongkar bangunan yang ada di lokasi sebagai peringatan..
“Dasarnya adalah pertama dilarang membuang sampah dan membakar sampah dilingkungan, apalagi Pemkot dekat dengan lingkungan masyarakat,” ujar Kasatpol PP Tangsel, Dahlan.
Namun, kata Dahlan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa pemilik bangunan maupun pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pembuangan dan pembakaran sampah di lokasi tersebut.
“Artinya siapa yang bertanggungjawab menerima sampah dan membakar sampah disitu,” paparnya.
Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut pelaku pembakaran. “Tindakan selanjutnya kita lakukan koordinasi dengan Polres, sekarang menindak bangunan dulu,” bebernya.
Diketahui, pemadam kembali dilakukan setelah adanya laporan api kembali muncul pada Selasa pagi.
Komandan Regu Kecamatan Pamulang, Abdul Rojak menyebut bahwa api berasal dari bawah permukaan tanah.
“Asapnya dari bawah. Kami berusaha, alhamdulillah sudah bisa kami tangani,” ucap Rojak.
Ia menjelaskan, proses pemadaman cukup menyulitkan lantaran material tanah urugan di lokasi sudah sangat padat. Kondisi tersebut menyebabkan bara api masih bertahan di bagian bawah sehingga tidak mudah dijangkau petugas.
“Untuk kesulitannya karena ini urugan, dia agak keras ya di bawahnya. Karena sudah terlalu padat. Artinya baranya hidupnya di bawah. Bara apinya ada di bawah,” katanya.
Proses pemadaman dibantu alat berat untuk mengurai dan mengangkat material tanah yang masih menyimpan bara api ke permukaan. Setelah itu, petugas melakukan penyiraman untuk memastikan bara benar-benar padam.
“Mengurai tanah api yang di bawah ini bisa diangkat ke atas dan kami siram. Untuk saat ini sisa proses pendinginan atau seperti apa bang? Saat ini proses pendinginan, pemadaman,” jelasnya.
Kata dia, dihari kedua pihaknya menurunkan tiga unit mobil pemadam dan sepuluh personel. (KO/RED)

