CILEGON, LINIMASSA.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai memfasilitasi kepulangan penumpang KMP Batumandi yang terdampak kebakaran di perairan Merak, Kota Cilegon, Selasa 20 Oktober 2026. Penumpang yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi diantar menuju rumah masing-masing.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan bahwa fasilitas pemulangan diberikan kepada penumpang yang kondisinya telah memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
“Bagi penumpang KMP Batumandi yang sudah kami data, verifikasi, sudah bisa pulang, kami fasilitasi untuk diantar sampai rumah masing-masing,” jelasnya.
Heru menambahkan, prioritas penanganan setelah kebakaran adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang. Kondisi kesehatan mereka juga menjadi perhatian sebelum proses pemulangan dilakukan.
“Malam ini fokus kami menyelamatkan penumpang KMP Batumandi agar tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut, enam penumpang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan kondisi yang berbeda-beda. Sebagian mengalami syok dan sesak napas, sementara penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Penanganan Penumpang KMP Batumandi
Heru menjelaskan, para penumpang KMP Batumandi yang membutuhkan pertolongan telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan.
“Satu syok, ada yang sesak napas, kemudian korban luka ringan dibawa ke puskesmas dan rumah sakit. Sudah ditangani dan dibawa ke rumah masing-masing,” ungkapnya.
Kebakaran KMP Batumandi terjadi ketika kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut sebanyak 420 penumpang.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. ASDP masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama kepolisian.
Pihak ASDP menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian maupun memastikan lokasi awal munculnya api sebelum proses pemeriksaan oleh pihak berwenang selesai.

