SERANG, LINIMASSA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menentukan kembali kelanjutan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau setelah melakukan evaluasi pada Rabu (9/9/2026).
Koordinator Wilayah BGN Banten Asep Royani mengatakan, penghentian sementara distribusi MBG merupakan kebijakan dari BGN Pusat. Penyaluran dihentikan selama tiga hari sambil menunggu perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
“Terkait kebijakan BGN pusat, kami menerima arahan untuk menghentikan selama tiga hari. Sampai Rabu akan ditinjau,” ujar Asep, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, evaluasi nantinya tidak hanya melihat kondisi pelaksanaan program, tetapi juga perkembangan dampak erupsi. Kondisi lingkungan dan kemungkinan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik menjadi sejumlah pertimbangan sebelum distribusi kembali dilaksanakan.
Asep menyebut, MBG berpeluang kembali disalurkan apabila situasi sudah dinilai aman dan tidak terdapat risiko kesehatan yang berpotensi membahayakan penerima manfaat.
“Jika ada dampak pengaruh yang lebih buruk, akan ditinjau kembali kebijakannya. Dalam keadaan membaik atau tidak ada potensi risiko kesehatan, maka kebijakan operasional MBG bisa kembali berjalan,” jelasnya.
BGN Evaluasi Dapur MBG
Penghentian distribusi juga berkaitan dengan kebijakan PJJ yang diberlakukan di sejumlah daerah terdampak. Untuk penerima manfaat dari lingkungan sekolah, penyaluran MBG mengikuti keberlangsungan aktivitas belajar mengajar.
“Distribusi MBG ini meliputi aktivitas KBM masing-masing sekolah. Sekolah tidak ada aktivitas, MBG tidak diberikan,” katanya.
Selain peserta didik, penghentian sementara turut berdampak pada kelompok penerima manfaat lainnya, termasuk kelompok 3B. Kebijakan tersebut diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan faktor kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Selama masa penghentian distribusi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap melakukan aktivitas internal. Dapur SPPG diarahkan untuk menjaga kebersihan dan memastikan fasilitas tetap terpelihara selama tidak ada kegiatan pembagian makanan.
“Kami hanya menerima kebijakan dari BGN pusat dan pemerintah daerah. Hanya memang ada penyesuaian aktivitas yang berlaku di SPPG,” kata Asep.
Sementara itu, BGN Banten masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terkena dampak penghentian sementara distribusi MBG.
Hasil evaluasi pada Rabu mendatang akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan apakah penyaluran MBG dapat kembali dilakukan atau perlu diperpanjang, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

