SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat langkah mitigasi menyusul status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berada pada Level III atau Siaga.
Meski demikian, aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita dilaporkan tetap berjalan seperti biasa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana terkait Gunung Anak Krakatau.
BPBD bekerja sama dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, TNI, Polri, serta pemerintah kabupaten dan kota.
“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat pasca level III status Gunung Anak Krakatau,” ujar Lutfi, Senin 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, tetapi juga mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi, termasuk kemungkinan munculnya tsunami.
Menurut Lutfi, erupsi tidak serta-merta menjadi dasar dilakukannya evakuasi warga. Langkah tersebut baru akan diambil apabila hasil analisis resmi dari instansi berwenang menunjukkan adanya potensi tsunami yang mengancam wilayah pesisir.
Apabila kondisi tersebut terjadi, masyarakat yang berada di kawasan pantai diperkirakan memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi menuju lokasi yang lebih aman.
Kesiapan Hadapi Bencana Gunung Anak Krakatau
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana Gunung Anak Krakatau, BPBD Banten juga telah memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).
Pelatihan tersebut bertujuan agar petugas mampu membantu proses penyelamatan dan evakuasi wisatawan apabila terjadi situasi darurat.
Lutfi mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Berdasarkan hasil pemantauan BPBD, aktivitas wisata di kawasan Anyer hingga Cinangka sampai saat ini masih berlangsung normal.
Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, mengatakan rekomendasi bagi masyarakat belum mengalami perubahan.
Warga, wisatawan, nelayan, maupun pendaki masih dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resminya dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan PVMBG maupun pemerintah, serta tidak mudah mempercayai kabar yang sumbernya tidak jelas atau belum dapat dipastikan kebenarannya.

