LINIMASSA.ID, TANGSEL – Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan atau Kejari Kota Tangsel mengapresiasi mitra pemerintah yang sudah berpartisipasi dalam program makanan bergizi gratis.
Program prioritas pemerintahan presiden Prabowo Subianto ini bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, balita dan ibu hamil untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap ke depan mitra pemerintah dalam program MBG di Tangsel bertambah,” sebut Kepala Seksi Intelijen Kejari Tangsel, Ronny Bona Tua Hutagalung di kawasan Pondok Aren, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, peran kalangan industri swasta dalam program MBG sangat membantu pemerintah. Swasta dapat membantu memastikan rantai pasok efisien, kualitas gizi terjaga dan keberlanjutan program di lapangan.
Ronny menegaskan ada banyak manfaat jika sektor swasta dapat berpartisipasi dalam program MBG. Mulai dari penyediaan pasokan makanan bergizi, pemberdayaan pelaku usaha kecil menengah, inovasi teknologi hingga sumber daya manusia di Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di lokasi yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benjamin Paulus Oktavianus meninjau lokasi Sekolah Khusus Negeri 01 di Pondok Aren, Kota Tangsel, Banten. Di lokasi itu ia melihat anak-anak didik berkebutuhan khusus dapat makanan bergizi gratis (MBG).
“Gimana masakannya enak?,” tanya Benjamin di Jalan Pondok Kacang. “Enak,” sahut Fajrin, salah satu siswa SMP.
Benjamin menyebutkan ideal ambang batas porsi tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini terkait banyak kasus keracunan makanan bergizi gratis di berbagai daerah.
“Kalau sampai 3.000 (porsi) beresiko,” sebutnya saat tinjau dapur di kawasan Bintaro Jaya.
Ia mengatakan idealnya tiap SPPG paling banyak masak 1.000 porsi. Jika sudah lebih, maka lebih memprioritaskan kuantitas daripada kualitas BMG.
Benjamin menuturkan, pola penentuan kadar gizi maupun kebersihan makanan sangat penting diperhatikan setiap SPPG.
“Kalau 1.000 atau bahkan kurang, lebih mudah dipantau,” tuturnya.
Di lokasi itu berdialog dengan pengelola Omah Kulina, salah satu penyedia ompreng paket BMG yang dibiayai pihak swasta. Benjamin melihat langsung kondisi dapur.
“Satu bulan sekali kami ditinjau Dinkes pak,” ujar ibu pengelola kepada Benjamin. Ia mengaku sejak satu tahun terakhir pasok MBG belum ada kasus keracunan.



