SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat menghadapi lonjakan kasus campak dengan menggelar imunisasi massal darurat atau Outbreak Response Immunization (ORI).
Kebijakan ini diambil setelah jumlah suspek campak meningkat tajam hingga mencapai 4.456 kasus, yang berpotensi mengarah pada status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, menyampaikan bahwa program ORI telah dilaksanakan di lima kabupaten/kota. Sementara itu, tiga wilayah lainnya menjalankan imunisasi kejar untuk mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi.
“ORI difokuskan untuk memutus penularan dengan cepat, terutama di daerah dengan angka kasus tinggi,” ujarnya, Selasa (7 April 2026).
ORI sendiri merupakan program imunisasi darurat yang diterapkan saat terjadi wabah penyakit menular seperti Campak. Program ini menyasar seluruh anak dalam kelompok usia tertentu guna menghentikan penyebaran penyakit.
Imunisasi Campak
Dalam pelaksanaan imunisasi campak, semua balita berusia 9 hingga 59 bulan di wilayah berisiko tinggi diwajibkan menerima vaksin, tanpa mempertimbangkan riwayat imunisasi sebelumnya.
Langkah tersebut bertujuan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga rantai penularan virus dapat segera dihentikan.
Pemerintah juga mengimbau para orang tua untuk aktif membawa anak mereka ke fasilitas layanan kesehatan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang salah mengenai vaksin.
Keberhasilan pelaksanaan imunisasi ini dinilai sangat penting untuk mencegah meluasnya wabah dan menghindari penetapan KLB campak di wilayah Banten.


