linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: FEKRAF Banten Temui Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > FEKRAF Banten Temui Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten
News

FEKRAF Banten Temui Menteri Ekraf, Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Banten

Andra
24 Februari 2026
Share
waktu baca 3 menit
Fekraf Banten
FEKRAF Banten saat bertemu Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya
SHARE

LINIMASSA.ID – Forum Ekonomi Kreatif atau FEKRAF Banten bertemu Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dalam audiensi yang membahas pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Banten.

Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Autograph Tower, Jalan M.H. Thamrin No.10, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi Pelaku Ekonomi Kreatif bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kota Serang pada Sabtu (21/2).

FEKRAF Banten menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh secara terarah dan berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, FEKRAF Banten menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari keterbatasan infrastruktur, optimalisasi aset pemerintah daerah, hingga dukungan kebijakan dan pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten.

Ketua Umum FEKRAF Banten, Muhammad Irfan Koyong menegaskan bahwa dukungan infrastruktur ekonomi kreatif merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Banten.

“Banten saat ini menghadapi krisis venue berskala besar. Keterbatasan ruang kegiatan membuat banyak potensi event nasional tidak bisa digelar di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada hilangnya perputaran ekonomi daerah.

“Perputaran uang dari sektor tiket, kuliner, perhotelan, hingga transportasi justru mengalir ke daerah lain. Padahal, potensi pelaku ekonomi kreatif di Banten sangat besar,” kata Irfan.

Menurutnya, banyak aset milik pemerintah daerah yang masih bersifat pasif dan belum dimanfaatkan secara produktif.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kami mendorong agar aset lahan maupun gedung tidur bisa direvitalisasi menjadi ruang kreatif. FEKRAF Banten siap berkolaborasi dan menjamin aktivasi ruang melalui kalender kegiatan sepanjang tahun,” tegasnya.

Fekraf Banten dan Perkembangannya

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) sebagai acuan pengembangan ekonomi kreatif nasional dalam jangka panjang.

“Rindekraf ini akan menjadi arah sinkronisasi kebijakan dari pusat hingga daerah. Ketika Perpresnya terbit, itu akan menjadi dasar penguatan kebijakan ekonomi kreatif secara nasional,” ujarnya.

Selain kebijakan, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual, dengan plafon hingga Rp500 juta per pelaku usaha.

“Kami ingin asosiasi dan komunitas ekonomi kreatif menjadi mitra dalam menyalurkan KUR industri kreatif agar benar-benar menjangkau pelaku usaha di daerah,” kata Teuku Riefky.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ekonomi kreatif yang berdampak luas.
“Venue ekonomi kreatif memiliki multiplier effect yang besar. Ini perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Menurut Teuku Riefky, pengembangan ekonomi kreatif harus dilakukan secara kolaboratif.
“Ekonomi kreatif tumbuh dari komunitas. Jika ekosistem ini dibangun bersama, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh daerah,” tuturnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kebijakan konkret yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Banten, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja berbasis kreativitas.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

HMI Komipam
Djuhardi Hakim Siap Perkuat Kaderisasi dan Soliditas HMI Komipam
Pendidikan
Bus Sekolah gratis di Tangsel
Apresiasi Bus Sekolah Gratis di Tangsel, Orangtua Anak Disabilitas Bisa Hemat Rp150 Ribu Perhari
Pemerintahan
SMP Negeri Kota Serang
Pemkot Serang Bangun 4 SMP Negeri Baru untuk Perluas Akses Pendidikan
News
Kekeringan di Setu Tangsel
Kekeringan di Tangsel, 2 RW di Keranggan Setu Andalkan Bantuan Air Bersih
News
Kekeringan di Banten
415 Titik Rawan Kekeringan di Banten, El Nino Diperkirakan Memuncak
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan