linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: 66 Anak Positif Campak, Dinkes Kota Tangsel Minta Orangtua Imunisasi Anak Lengkap
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > 66 Anak Positif Campak, Dinkes Kota Tangsel Minta Orangtua Imunisasi Anak Lengkap
News

66 Anak Positif Campak, Dinkes Kota Tangsel Minta Orangtua Imunisasi Anak Lengkap

Wivyh
3 November 2025
Share
waktu baca 4 menit
Dinkes Kota Tangsel
Dinkes Kota Tangsel mencatat ada 538 kasus suspek campak. 66 di antaranya positif campak dan 9 positif rubella.
SHARE

LINIMASSA.ID, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong para orangtua untuk melakukan imunisasi lengkap untuk anak-anaknya difasilitasi kesehatan. Hal ini untuk mengurangi resiko terjangkit Campak Rubela (Measles Rubella).

Contents
Dinkes Kota Tangsel Paparkan Gejala Campak RubelaLangkah Pemkot Tangsel

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, hingga 31 Oktober 2025  ada 538 kasus suspek Campak Rubela dengan 66 kasus positif campak dan 9 kasus positif rubella. 

“Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 1–4 tahun yang memiliki status imunisasi tidak lengkap atau belum mendapatkan imunisasi sama sekali,” kata Allin dalam keterangannya. 

Allin menerangkan, campak merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbillivirus. Penyakit ini, lanjut Allin, dapat menyerang hampir 100% anak yang belum memiliki kekebalan, karena manusia adalah satu-satunya reservoir alami virus campak. 

“Penularan dapat terjadi dengan cepat di lingkungan yang tidak terlindungi oleh imunisasi,” terang Allin. 

Dinkes Kota Tangsel Paparkan Gejala Campak Rubela

Allin menuturkan, ada sejumlah gejala awal campak yang perlu dikenali dan diwaspadai oleh masyarakat. Di antaranya: 

1. Demam tinggi (biasanya >38°C) selama lebih dari 3 hari,

2. Disertai batuk, pilek, mata merah atau berair,

3. Muncul ruam kemerahan (rash) yang dimulai dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh,

4. Ditemukan Koplik’s spot — bercak putih keabuan dengan dasar merah di mukosa pipi bagian dalam.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Apabila gejala tersebut muncul, segera bawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Allin menerangkan, sebagian besar penderita campak dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. Tetapi, anak di bawah 5 tahun, orang dewasa di atas 20 tahun, serta penderita malnutrisi, kekurangan vitamin A, atau gangguan kekebalan tubuh (misalnya HIV) berisiko tinggi mengalami komplikasi berat. 

Komplikasi berat yang dialami seperti  diare berat, Pneumonia dan bronkopneumonia, Otitis media (infeksi telinga), Malnutrisi dan kebutaan, Ensefalitis, Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) dan Ulkus pada mukosa mulut.

“Kematian akibat campak umumnya disebabkan oleh komplikasi tersebut, terutama jika penanganan medis terlambat dilakukan. Campak dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin campak, termasuk vaksin MR (Measles Rubella), terbukti efektif dalam memberikan perlindungan,” paparnya.

Maka itu, Pemkot Tangsel menghimbau seluruh masyarakat untuk segera melengkapi imunisasi anak-anak, terutama imunisasi dasar lengkap, memeriksakan status imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat, tidak menunda imunisasi meski anak dalam kondisi sehat.

Langkah Pemkot Tangsel

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan respon cepat, Pemkot Tangsel telah melakukan berbagai langkah, antara lain:

1. Sosialisasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan dan Masyarakat;

2. Peningkatan Cakupan Imunisasi;

3. Penguatan sistem surveilans, investigasi kasus, dan pelacakan kontak;

4. Penyediaan fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang siap menangani pasien campak sesuai pedoman Kementerian Kesehatan;

5. Survei Cepat Komunitas (SCK) untuk memastikan status imunisasi anak;

Allin mengajak, seluruh warga Tangsel untuk Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), segera melaporkan apabila menemukan kasus serupa campak di lingkungan sekitar, membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak, serta melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal anjuran pemerintah.

Diagnosis pasti campak dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium rujukan nasional. Penanganan bersifat simtomatik dan suportif, serta dapat dilakukan isolasi (mandiri atau di rumah sakit) untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Imunisasi adalah langkah nyata dan efektif untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya campak dan komplikasinya. Mari bersama-sama wujudkan Tangsel sehat, bebas campak dan rubella, melalui kepedulian dan kesadaran akan pentingnya imunisasi,” pungkasnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan