linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Pengendalian Stunting, DPPKB Kabupaten Tangerang Turunkan 25 Ribu Kasus
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pemerintahan > Pengendalian Stunting, DPPKB Kabupaten Tangerang Turunkan 25 Ribu Kasus
Pemerintahan

Pengendalian Stunting, DPPKB Kabupaten Tangerang Turunkan 25 Ribu Kasus

Arief
10 September 2024
Share
waktu baca 2 menit
Pengendalian
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tangerang
SHARE

Linimassa.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang berhasil mencatatkan penurunan signifikan dalam jumlah keluarga berisiko stunting pada tahun 2024.

Contents
Penurunan Angka Kasus Berisiko Stunting Tahun 2024Capaian Program Pengendalian Stunting di Kabupaten TangerangImbauan untuk Masyarakat dalam Mencegah Stunting

Program-program strategis yang digalakkan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam pencapaian tersebut.

Penurunan Angka Kasus Berisiko Stunting Tahun 2024

Berdasarkan laporan terbaru, angka keluarga berisiko stunting di Kabupaten Tangerang menurun drastis dari 77.608 kasus pada tahun 2023 menjadi 51.938 kasus di tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, pada Senin (09/09/2024).

“Dari data yang kami kumpulkan, terjadi penurunan sebesar 25.670 kasus keluarga berisiko stunting. Ini merupakan hasil dari upaya kolektif berbagai pihak melalui koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting,” jelas Hendra.

Pengendalian
Pengendalian Stunting Anak

Capaian Program Pengendalian Stunting di Kabupaten Tangerang

Menurut Hendra, penurunan ini sangat signifikan dan telah melampaui target nasional.

Kabupaten Tangerang mencatat prevalensi stunting sebesar 7,7 persen di tahun 2024, lebih baik dibandingkan target penurunan nasional sebesar 14 persen.

“Keberhasilan ini adalah buah dari program Gebrak Tegas yang melibatkan perangkat daerah, kecamatan, desa, dan berbagai stakeholder. Kolaborasi ini memastikan percepatan penurunan stunting di wilayah kami,” tambahnya.

Imbauan untuk Masyarakat dalam Mencegah Stunting

Hendra juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Ia mengimbau keluarga yang berada dalam lima kelompok risiko utama—remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, anak di bawah dua tahun, dan anak di bawah lima tahun—untuk aktif mengikuti pendampingan oleh tim pendamping keluarga di desa atau kelurahan masing-masing.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Pendampingan ini sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga stunting bisa dicegah,” ungkap Hendra.

Dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak, Kabupaten Tangerang optimis dapat terus menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. (AR)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

THM
Satpol PP Temukan 13 Lokasi Diduga THM di Serang Barat, Mayoritas Gunakan Izin Restoran dan Kafe
News
DLHK Banten
DLHK Banten Pastikan Tindak Tegas Perusahaan yang Terbukti Cemari Sungai
News
FSPP Kabupaten Tangerang
FSPP Kabupaten Tangerang Perkuat Ketahanan Pangan Pesantren
Khazanah
Pemkab Lebak
Pemkab Lebak Gelontorkan Hibah Rp1,7 M ke Dua Forum Mahasiswa
Pemerintahan
Angkutan tambang
Tertibkan Angkutan Tambang, Dishub Banten Perkuat Sinergi dengan Polisi
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan