Linimassa.id – Dalam langkah yang mengejutkan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan Pemilihan Presiden AS 2024.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun media sosial X pada Minggu, waktu Amerika Serikat.
Dalam cuitannya, Biden menjelaskan bahwa ia memutuskan untuk tidak menerima nominasi partai dan lebih fokus pada tugasnya sebagai Presiden.
“Rekan-rekan Demokrat, saya telah memutuskan untuk tidak menerima nominasi tersebut dan memfokuskan seluruh energi saya pada tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya,” tulisnya.
Biden juga mengingatkan kembali keputusan penting yang dibuatnya pada tahun 2020 ketika memilih Kamala Harris sebagai Wakil Presiden.
“Keputusan pertama saya sebagai calon partai pada tahun 2020 adalah memilih Kamala Harris sebagai Wakil Presiden saya. Dan itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Biden menyatakan dukungan penuhnya kepada Kamala Harris untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
“Hari ini saya ingin memberikan dukungan dan dukungan penuh saya agar Kamala menjadi calon partai kita tahun ini,” tambahnya.
Di akhir cuitannya, Biden mengajak seluruh anggota Partai Demokrat untuk bersatu dalam menghadapi kandidat dari Partai Republik, Donald Trump.
“Demokrat, inilah waktunya untuk bersatu dan mengalahkan Trump. Mari kita lakukan,” serunya.
Menanggapi pengumuman Biden, Kamala Harris menyatakan terima kasih atas dukungan tersebut dan berkomitmen untuk menyatukan Partai Demokrat serta bangsa Amerika.
“Saya akan melakukan segala daya saya untuk menyatukan Partai Demokrat dan mempersatukan bangsa kita untuk mengalahkan Donald Trump dan agenda ekstrem Proyek 2025 miliknya,” ujarnya.
Kamala Harris juga menyatakan tekadnya untuk memenangkan Pemilihan Presiden AS 2024. “Saya merasa terhormat mendapat dukungan dari Presiden dan niat saya adalah untuk mendapatkan dan memenangkan nominasi ini,” tegasnya.
Dengan pengumuman ini, persaingan dalam Pemilihan Presiden AS 2024 dipastikan akan semakin menarik dengan Kamala Harris sebagai kandidat kuat dari Partai Demokrat yang siap menghadapi Donald Trump dari Partai Republik. (AR)



